Partai Demokrat telah memutuskan netral dalam Pilpres 2014, alias tak berkoalisi dengan parpol manapun dalam mengusung capres. Namun Demokrat seperti berubah sikap. Pada 1 Juni nanti, mereka akan menggelar rapat lagi menentukan arah suara partainya.

Wasekjen Partai Demorkat Andi Nurpati mengatakan dalam rapat 1 Juni di Cikeas yang akan dihadiri seluruh petinggi parpol hingga DPD itu, partainya bisa saja memutuskan untuk mengarahkan suara kader kepada salah satu pasangan calon: Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta.

Namun, pihaknya menolak jika partainya disebut mengingkari keputusan Rapimnas yang netral. Netral menurut Andi adalah dalam hal koalisi resmi mengusung capres saja, namun suaranya tetap tertuju kepada salah satu pasangan calon.

“Itu strategi Demokrat, kita persilakan partai lain maju (mengusung capres) Demokrat secara partai sudah netral. Tapi suaranya nggak boleh sia-sia,” kata Andi Nurpati di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Rabu (28/5/2014).

Andi mengatakan, partainya tidak mungkin golput apalagi mengarahkan kader untuk golput, karena bisa dipidana. Karenanya, pasti akan memilih salah satu. Tapi agak disayangkan jika suara kader itu secara individu dibebaskan.

“Kalau tidak terorganisir bisa saja, tapi sayang,” ujarnya.

“Jadi rapat 1 Juni sangat terbatas. Sikap selanjutnya Demokrat menghadapi hari H suara ini ke mana? Ini menunggu pimpinan,” imbuh Andi. (dtk/ind)