Sejumlah BUMN belakangan ini cukup disorot. Apalagi, kalau bukan terkait posisi komisaris yang diisi oleh mereka yang terafiliasi dengan PDIP atau setidaknya yang telah berjasa memenangkan Jokowi menjadi presiden.

Setidaknya sudah ada tujuh orang komisaris BUMN yang terafiliasi PDIP serta relawan Jokowi memenangkan pemilihan presiden 2014 lalu.

Kader PDIP dan relawan Jokowi yang sudah dapat jatah komisaris BUMN itu adalah Cahya Dewi Rembulan Sinaga (Mantan Caleg PDIP-Komisaris Bank Mandiri), Pataniari Siahaan (Mantan Caleg PDIP-Komisaris BNI), Sonny Keraf (Mantan Anggota DPR FPDIP, Mantan Menteri KLH era Megawati-Komisaris BRI), Refly Harun (Tim sukses Jokowi-Komisaris Utama Jasa Marga). Kemudian ada Sukardi Rinakit (Pengamat Politik-Komisaris Utama BTN).

Terakhir pada pekan ini, kembali Kementerian BUMN menunjuk dua orang, masing-masing adalah Roy E. Maningkas (kader PDIP dan Anggota Barisan Relawan Jokowi Presiden) dan Hilmar Farid (Ketua Panitia Simposium Seknas Jokowi) sebagai komisaris PT Krakatau Steel Tbk.

Menarik untuk mencermati komposisi komisaris BUMN itu. Pasalnya, hanya sedikit dari para komisaris itu yang memiliki latar belakang korporasi atau bahkan tidak punya sama sekali.

Sebut saja Cahaya Dewi Rembulan Sinaga yang berlatar belakang politisi dan pengelola radio, mendapatkan jabatan sebagai komisaris di bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Kemudian Hilmar Farid yang berlatar belakang sejarawan, dipercaya menduduki komisaris di produsen baja terbesar di Indonesia, Krakatau Steel.

Sementara itu, Refly Harun yang berlatar belakang hukum tata negara, diserahi jabatan sebagai komisaris utama perusahaan pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, PT Jasa Marga. Bahkan, Wapres Jusuf Kalla sempat menyatakan tidak tahu saat ditanya pengangkatan Refly Harun sebagai komut Jasa Marga.

Adapun Sukardi Rinakit yang telah ditunjuk sebagai Komisaris Utama BUMN, menyatakan tidak menerima jabatan tersebut karena merasa tak memiliki kompetensi. Sebagaimana diketahui, Sukardi Rinakit merupakan pengamat politik yang selama ini disebut-sebut dekat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (kps/tbn)