Aburizal Bakrie dinilai berhasil menjadikan Golkar diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional. Buktinya, posisi Golkar dalam koalisi merah putih adalah ketua presidium yang menandakan strategisnya peranan Golkar sebagai penyeimbang.

Hal ini dinilai sebagai faktor penentu konstituen Golkar menginginkan figur Ical kembali memimpin partai berlambang beringin ini. Direktur Eksekutif Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah Pattimahu, menjelaskan, kader Golkar di seluruh Indonesia menginginkan Ical kembali menjadi ketua umum. “Menurut survei, mayoritas kader, menilaiAburizal Bakrie berhasil dan layak kembali memimpin Golkar untuk lima tahun ke depan,” ungkapnya, Rabu (3/12).

Ical dinilainya mampu menjaga kepercayaan konstituen yang tetap menginginkan Golkar konsisten sebagai partai penyeimbang. Hal ini akan mampu menegaskan posisi Golkar yang sejak awal komitmen berada di luar pemerintahan.

Konsistensi ini menurutnya sangat berpengaruh, karena jika tiba-tiba berubah, dengan mendukung koalisi Indonesia hebat, maka dikhawatirkannya pendukung Golkar akan semakin kecewa. Stigma pragmatisme akan semakin menempel di tubuh Golkar.
Ical sendiri pada mulanya tidak menginginkan kembali menjadi ketua umum. Akan tetapi, desakan dari akar rumput Golkar begitu kuat mendorongnya untuk memimpin partai yang dilahirkan pada era orde baru ini. merasa terharu karena mendapat dukungan penuh untuk kembali menjadi calon ketua umum dari semua pemilik suara sah dalam Musyawarah Nasional IX Partai Golkar. Aburizal menyatakan siap menerima dukungan itu dan menyatakan akan maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar periode 2014-2019.

“Saya sangat terharu,” ujarnya. Pihaknya tidak menyangka, betapa besarnya kepercayaan konstituen Golkar kepadanya. Laporan pertanggungjawaban Ical diterima sepenuhnya. Peserta Munas yang terdiri dari pengurus DPD I, DPD II, dan Ormas Golkar mendukung dan kembali memilihnya menjadi ketua umum Golkar untuk lima tahun ke depan. (*/ind)