Nama Sakti Wahyu Trenggono kini hangat diperbincangkan publik. Pasalnya, Bendahara Umum Partai Amant Nasional (PAN) itu masuk dalam struktural Tim Transisi Jokowi-JK. Trenggono yang disebut-sebut sebagai orang dekat Hata Rajasa itu bakal menjadi tim satuan tugas khusus (Satgasus) yang dipimpin Prananda Prabowo, anak dari Megawati Soekarnoputri.

Lalu, apa yang akan dilakukan tim Satgasus itu di tim transisi Jokowi-JK? Trenggono yang dikenal sebagai raja menara (Tower) BTS itu akan bertugas mengatur blusukan Jokowi selama masa transisi.

”Tugas saya mengatur blusukan selama masa transisi, daerah mana saja yang harus dikunjungi dan apa masalahnya,” ungkap Trenggono seperti di kutip dari Majalah Tempo Edisi 4324/11-17 Agustus 2014.

Sakti Wahyu Trenggono, tahun lalu diduga sebagai otak dibalik keputusan PT Telkom melepas anak perusahaannya  di bidang tower untuk dijual. Perusahaan Trenggono yang sahamnya dimiliki anak pengusaha Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, salah satu yang menjadi calon pembelinya.  Sandiaga Uno adalah pengusaha muda yang aktif membantu kampanye Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa.

“Kalau Mas Trenggono di sini karena Mas trenggono sudah lama terlibat,” kata Deputi Kantor Transisi Andi Widjajanto.

Andi mengklaim Trenggono bergabung mendukung Jokowi menjadi capres sejak jauh-jauh hari, yakni sebelum Tim Kampanye Nasional Pilpres dibentuk. Maka tak aneh apabila Trenggono bisa masuk struktur Tim Kantor Transisi.

“Sebelum rumah ini (Kantor Transisi) dibangun, bahkan sebelum Tim Kampanye Nasional Pilpres didirikan, Mas Trenggono sudah bekerja dengan kami,” tutur Andi.

Trenggono memang sudah tak aktif lagi sebagai fungsionaris PAN, namun Trenggono masih belum diberhentikan dari PAN.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo menyatakan Trenggono masih tercatat sebagai Bendahara DPP PAN karena belum ada Surat Keputusan terkait pemberhentian dari jabatan itu. Meski begitu, Trenggono sudah tak intens lagi mengurusi tugas kepartaiannya.

“Jadi mungkin yang tepat (soal status Trenggono) adalah de jure masih tercatat sebagai pengurus, namun de facto sudah tidak aktif,” kata Dradjad (ind)