Presidium Penyelamat Partai Golkar (PPPG) menggelar musyawarah nasional (munas) tandingan 6-8 Desember 2014, di Jakarta. Munas disebut menjadi antitesa atas pelaksanaan Munas versi DPP PG 30 November – 4 Desember 2014, di Bali.

“Munas kali ini jadi antitesa terhadap tindakan munas di Bali. Munas di Bali dilaksanakan tidak demokratis. Insya Allah munas sekarang berjalan sangat demokratis,” kata Ketua PPPG Agung Laksono.

Hal itu disampaikan Agung saat menyampaikan sambutan dalam munas di Jakarta, Sabtu (6/12).

“Munas Bali menguntungkan ARB (Ketua Umum DPP PG Aburizal Bakrie) sangat jelas. Bukan saja diketahui pengurus, tapi juga masyarakat. Munas di Bali penuh siasat dan akal-akalan,” tuding Agung.

Dia menambahkan, munas di Bali lalu sangat memalukan dan tidak mendidik. “Jauh dari nilai-nilai demokrasi partai sebagaimana diatur AD/ART,” imbuh mantan Wakil Ketua Umum DPP PG ini.

Munas versi PPPG secara resmi telah dibuka pukul 21.15 WIB. Hadir dua orang mantan Dewan Pertimbangan (wantim) PG Andi Mattalatta dan M Hatta. Selain itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya, Ainur Rofiq. (bs/ind)