Meskipun Joko Widodo akan segera menjadi Presiden ketujuh Republik Indonesia, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah meminta Jokowi melanjutkan tradisi blusukan, termasuk blusukan kepada tokoh-tokoh nasional dan ketua umum partai politik sebagaimana dilakukannya sebelum pengucapan sumpah dan janji Presiden dan Wakil Presiden esok.

Menurut Basarah, blusukan kepada tokoh nasional dan ketua umum partai politik adalah demi menjalin komunikasi dan silaturahmi untuk kebaikan bangsa Indonesia ke depan.

“Jokowi harus melanjutkan tradisi tersebut kepada seluruh tokoh-tokoh bangsa, tidak hanya kalangan politik tapi juga kepada LSM, perguruan tinggi, media massa dan lain sebagainya,” kata Basarah di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu, (19/10).

Basarah menilai apa yang dilakukan oleh Jokowi sebelum dilantik telah memecah kebuntuan politik pasca pilpres dan pemilihan pimpinan MPR dan DPR RI.

“Saya kira bukan sekadar ice breaking atau memecah kebekuan politik menjelang pelantikan Jokowi, tetapi memang kalau dilihat dari tipikal Jokowi, beliau adalah orang yang ramah, bersahaja, ingin bergaul dengan siapa saja, berbuat bagi untuk siapa pun,” katanya.

Basarah yakin, tindakan untuk menemui tokoh-tokoh tersebut juga akan diteruskan saat menjabat presiden nanti.

“Saya kira itu prinsip kepemimpinan gotong royong yang merakyat, mengayomi, dan menyejukkan karena keahlian Jokowi yang blusukan. Maka selanjutnya, kita akan mendapatkan fakta bahwa Jokowi mampu blusukan, silaturahmi ke tokoh-tokoh bangsa, elite politik tokoh masyarakat, ormas, dunia usaha dan media,” imbuh Ketua Fraksi PDIP di MPR RI itu. (ant/ind)