Basuki Tjahaja Purnama –Ahok– dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Ahok dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus penodaan agama.

Jaksa penuntut umum yang dipimpin Ali Mukartono menyatakan Ahok terbukti melanggar ketentuan Pasal 156 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Pasal tersebut mengatur, seseorang yang dengan sengaja menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

“Terdakwa dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan alternatif kedua,” kata Jaksa Ali Mukartono saat membacakan tuntutan di persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Jaksa menilai Ahok telah menodai agama saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dalam rangka panen ikan kerapu. Kalimat yang dinilai menodai agama yakni, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa.”

Selain itu, dalam persidangan, Jaksa juga menyebutkan ada peran dari Buni Yani dalam kasus ini. “Timbulnya keresahan di masyarakat tidak dapat dilepaskan adanya unggahan dari orang yang bernama Buni Yani,” kata jaksa.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto pun menunda persidangan hingga Selasa 25 April mendatang. Sidang selanjutnya akan mendengarkan pledoi alias pembelaan dari Ahok selaku terdakwa dan tim pengacaranya. (ot/ind)