Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga politikus Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menyerahkan surat pengunduran diri ke DPP Partai Gerindra hari ini, Rabu (10/9).

Pengunduran diri ini dilakukan menyusul tantangan rekan separtainya, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta sekaligus Anggota DPRD DKI, Muhammad Taufik pada Selasa kemarin (9/9).

Kata Ahok, selama tiga tahun ke depan memimpin DKI, ia tidak akan menunggangi partai apapun, termasuk Gerindra.

“Ya sudah lebih baik saya nggak usah ada hubungan dengan partai politik selama tiga tahun. Saya konsen aja kejar target beresin Jakarta. Selamat tinggal,” ujar Ketua DPP Bidang Politik Gerindra ini di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (10/9).

Ahok melanjutkan, ia siap untuk tidak terpilih kembali di Pilkada DKI 2017 mendatang. Ia berjanji selama tiga tahun ke depan tidak akan bergabung dengan partai politik manapun. Apalagi RUU Pilkada rumornya akan segera disahkan oleh DPR RI. Artinya, hanya anggota DPRD yang berhak menentukan siapa kepala daerah suatu wilayah.

Menurut Ahok, memimpin DKI tanpa dukungan partai tidak menjadi persoalan. Ia juga mengaku tak khawatir dengan komposisi Partai Gerindra dan koalisinya yang besar di DPRD DKI.

“Aku yakin sekali DPRD semua ada nurani. Kamu mau kerja di DKI beresin rakyat nggak? Kalau kamu nggak mau sahkan APBD pun, nggak usah sahkan. Saya pakai anggaran tahun lalu. Saya bisa bangun Jakarta tanpa pakai APBD yang disahkan paripurna. Tapi anda (anggota dewan) juga nanti nggak gajian semua,” tantang Ahok.

Sebelumnya Ahok menyatakan akan mundur sebagai kader Gerindra. Hal ini karena Ahok tidak sejalan dengan sikap Fraksi Gerindra di DPR RI yang mendukung pengubahan pelaksanaan pilkada dari langsung menjadi tak langsung melalui DPRD dalam RUU Pilkada. (rm/rep/ind)