Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpilih Airin Rachmi Diany membatah jabatan yang saat ini diembannya sebagai upaya mempertahankan dinasti Rau. Hal tersebut diutarakan Airin terkait adanya tudingan miring kepadanya dengan jabatan barunya tersebut.

“Tidak mengarah kesana. Sama sekali tidak. Ini adalah amanah untuk saya menjalankan roda organisasi Partai Golkar Kota Tangsel,” ungkapnya di Soul Marina Hotel, Serpong, Kamis (28/8).

Airin menganggap jabatan baru yang diemban saat ini, untuk mensinergitaskan partai dengan suara warga sehingga bisa berjalan dengan baik.

Namun saat ditanya apakah jabatan barunya tersebut tidak akan menggangu tugasnya sebagai Walikota Tangsel, Wanita yang pada 28 Agustus kemarin genap berusia 38 tahun ini, mengaku akan tetap akan konsisten mengabdikan diri sebagai Walikota di Tangsel.

“Pastilah. Itu kan peran utama saya,” tegasnya.

Lalu, saat ditanya apakah terpilihnya dia sebagai Ketua DPD Golkar menjadi perahunya maju kembali di pertarungan Pilkada 2016 mendatang, dia pun enggan membahasnya.

“Gini deh, saya fokus beresin pencapaian RPJMD dulu sampai 2016. Saya tak mau mengecewakan masyarakat Tangsel, partai Golkar, serta partai pendukung lainnya, yang mendukung di Pilkada lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya, terpilihnya Airin sebagai Ketua DPD Golkar menuai berbagai kritikan pedas. Salah satunya dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Tangsel. Lembaga tersebut berpendapat dengan jabatan barunya tersebut, Airin diprediksi semakin tidak fokus dalam memimpin Kota Tangsel kedepannya.

“Di saat kondisi pembangunan Kota Tangsel yang hampir dikatakan kehilangan kontrol dan arah visinya, konsentrasi bu wali malah terpecah pada ranah politik. APBD-P yang terkatung-katung, kasus korupsi Alkes yang membelit Dinkes,” ungkap Sekretaris LIRA Tangsel, Muhammad Acep.

Menurut Acep, disisa 1,5 tahun kepemimpinan definitif ini sangat penting dan perlu untuk lebih berkonsentrasi pada melayani masyarakat Tangsel khususnya, tidak pada kepentingan partai yang sebentar lagi akan merengut perhatiannya. “Makanya, kami khawatir sisa waktu pemerintahannya malah tidak fokus,” pungkasnya. (SN/Ind)