Pimpinan Komisi VI DPR RI, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa BUMN Indonesia masih kalah telak dibandingkan BUMN milik Pemerintah Tiongkok.

Airlangga, yang juga politisi dari fraksi Partai Golkar ini, Rabu (13/8), menjelaskan bahwa dari segi keuntungan seluruh BUMN Tiongkok mampu menghasilkan Rp 3,200 triliun setiap tahun. Jauh di atas keuntungan yang diperoleh BUMN Indonesia.

“BUMN Tiongkok mampu meraup laba bersih tidak kurang dari Rp 3,000 triliun setiap tahunnya. Sedangkan kita untuk mencapai target Rp 100 triliun aja kewalahan,” ungkap Airlangga.

“Salah satu kunci sukses mereka adalah Pemerintah Tiongkok mampu mendorong BUMN nya untuk bersaing secara internasional. Sedangkan kita masih banyak disibukkan oleh masalah birokrasi. Itulah yang menghambat kemajuan,” tambah Airlangga.

Airlangga menyimpulkan bahwa Pemerintah, khususnya Menteri BUMN, Dahlan Iskan harus belajar banyak dari Pemerintah Tiongkok.

“Saya sarankan Pak Dahlan mau belajar mengenai pengelolaan BUMN Tiongkok. Saya kira akan ada banyak pelajaran yang bisa diambil,”demikian pungkas Airlangga. (pub/ind)