Indopolitika.com – Airlangga Hartarto telah bertemu empat mata dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB). Sepekan sebelum lebaran, Airlangga menyambangi ARB di kawasan Epicentrum. Bagi Airlangga Hartarto, pertemuan tersebut sangat berarti baginya.

Pokok bahasannya cukup sensitif, yaitu pencalonan dirinya sebagai ketua umum partai yang berlambang pohon beringin itu. “Beliau memberikan restu kepada saya,” kata Airlangga seperti dikutip dari Koran Tempo Edisi Senin, 18 Agustus 2014.

Dukungan untuk maju menjadi calon Ketua Umum Golkar dari ARB membuat Airlangga bertambah percaya diri. Sebelumnya, sinyal positif sudah diterima Airlangga Hartarto dari ketua Dewan Petimbangan Golkar Akbar Tandjung.

Airlangga Hartarto tidak perlu lama-lama, putra dari Menteri Perdagangan era orde baru tersebut langsung tancap gas bergerilya ke daerah-daerah untuk menjaring dukungan. Pengurus provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi ada di deretan teratas jadwal blusukannya. Airlangga memang belum resmi mengumumkan pencalonannya, tapi izin dari Aburizal Bakrie dan niat mencalonkan diri setidaknya sudah diketahui kader-kader daerah.

Menurut dia, Golkar perlu penyegeran dan regenerasi kepemimpinan. Musyawarah Nasional Golkar, yang ada kemungkinan digelar tahun depan, dianggap sebagai pintu masuk yang tepat untuk menyingkirkan kelompok tua. “Saya terpanggil mengambil peran,” katanya.

Airlangga merupakan politikus muda Golkar yang moncer, dimana mengawali kariernya dari Kosgoro pada 1957, pria 51 tahun ini menjadi salah satu ketua. Dia pun menjabat sekretaris jenderal dalam ormas salah satu pendiri Golkar itu. Dalam dua periode menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2004-2014, dia menjadi pemimpin komisi.

Selain itu, Airlangga pernah menjabat ketua komisi IV pada periode 2009-2014 yang membidangi Perindustrian dan Badan Usaha Milik Negara. Dan sampai saat ini kembali terpilih menjadi Anggota DPR periode 2014-2019.

Kemunculan Airlangga memicu kader muda lainnya, seperti ketua Golkar Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang Kartasasmita, Hajriyanto Y Thohari dan Mahyudin serta wakil bendahara umum Erwin Aksa.

Geliat kaum muda tertinggal satu langkah dari para senior mereka. Dimana Agung Laksono sudah lebih dulu menyatakan kesiapannya. Menteri koordinator kesejahteraann Rakyat menunjuk tokoh senior Golkar Fahmi Idris sebagai ketua tim pemenangan. Deklarasi pencalonan disertai keinginannya agar munas dipercepat tahun ini memperuncing hubungan dengan Aburizal.

Anggota dewan pertimbangan Golkar sekaligus menteri perdagangan, Mohamad Suleman Hidayat, menguntit secara resmi dia mendeklarasikan pencalonan dirinya pada Ahad yang lalu.Tokoh senior ini Golkar menjanjikan 70 % kepengurusan pusat akan diisi dengan kaum muda jika ia mempimpin. (Ind/tmp)