Politisi senior yang juga ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung berharap ketua umum Partai Golkar periode yang akan datang merupakan sosok yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan partai di masa yang akan datang.

Ketua umum Golkar, kata Akbar, harus mampu membawa partai besar ini kepada tingkat yang lebih baik. Sebab, menurut Akbar, pada era kepemimpinannya tahun 2004 lalu, Partai Golkar menjadi pemenang pemilu. Tapi setelah itu, grafiknya terus menurun.

Karena itu, kata mantan ketua DPR ini, tiga nama kandidat ketua umum Partai Golkar, yakni MS Hidayat, Airlangga Hartarto dan Agung Laksono,bisa menjadi harapan keluarga besar Partai Golkar di masa yang akan datang.

“Saya kenal Airlangga Hartarto. Sebagai anggota DPR dia dikenal cukup baik dan sebagai ketua Komisi pun dia juga baik. Dan Airlangga mewakili kaum muda,” kata Akbar Tandjung kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/8). Airlangga, kata Akbar,merupakan darah segar yang memiliki banyak pengalaman.

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Airlangga juga cukup berpengalaman dalam memimpin banyak organisasi, seperti PII, Emiten Indonesia,Kosgoro, alumni UGM dan sebagainya.“Airlangga ini sosok anak muda yang memiliki kepedulian serta kontribusi yang besar kepada partai.

Dia juga memiliki komitmen yang tinggi untuk membesarkan Partai Golkar. Dan dalam kiprahnya di partai ini (Golkar), Airlangga selalu mengedepankan kepentingan partai daripada kepentingan pribadinya. Dan setahu saya dia bukan orang yang suka mengejar-ngejar posisi,” kata Akbar.

Karena itu, Akbar berharap, kader muda Partai Golkar seperti Airlangga bisa melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Partai Golkar.”Saya memang beharap kepemimpinan Partai Golkar ini berjalan berkesinambungan. Artinya, kalau ada orang muda yang ingin tampil memimpin partai ini harus diberi tempat,” kata Akbar.

Namun, katanya, kalau tetap senior yang diberi kepercayaan memimpin, orang-orang tetap harus mendapat posisi-posisi strategis, supaya roda kesinambungan bisa berjalan dengan baik. Selain Airlangga, Akbar juga melihat sosok MS Hidayat sebagai senior Partai Golkar yang memiliki kontribusi serta memiliki komitmen yang tinggi kepada partai.

“Saya mengenal dan bersama-sama dengan MS Hidayat sudah cukup lama. Pemilu 2004 saya bersama dengan dia memenangkan Partai Golkar. Jadi,saya tau bagaimana komimen serta kontribusinya kepada partai. Sangat besar sekali. Dan ini bukan kata orang, tapi sayar asakan sendiri, bagaimana dia ikut berjibaku ketika Golkar dihujat tahun 1999,” kata Akbar.

Di sisi lain, kata Akbar, ada sosok Agung Laksono yang memiliki pengalaman, baik dalam memimpin organisasi,juga beberapa kali menjadi menteri. Namun, kata Akbar,karena Agung terus menerus menjadi menteri, sehingga kiprahnya lebih banyak dia abdikan untuk kepentingan nasional dibanding partai. “Saya melihat Agung ini sibuk mengurus negara, sehingga waktunya untuk partai jadi sedikit berkurang,” kata Akbar lagi. (bs/ind)