Direktur riset Akbar Tandjung Institute Alfan Alfian Mahyudin mengatakan Turki adalah contoh yang baik dalam menata hubungan antara sipil dan militer menuju demokrasi yang berbasis nilai-nilai lokal Turki. Menurut Alfan pada masa pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Recep Tayyip Erdogan berkuasa, pemerintahan Turki bergerak dinamis.

“Hubungan sipil – militer mewarnai penataaan demokrasi di Turki. Tak hanya terdapat perkembangan signifikan dalam bidang ekonomi, perubahan sistem politikpun berubah, sebagaimana negara-negara barat pada umumnya,” ujar Alfan  dalam sidang terbuka promosi Doktor di Pasca Sarjana FISIP UGM Yogyakarta, Rabu (28/1).

Ditambahkan Alfan, ikhtiar Erdogan menundukkan militerpun diwarnai persidangan kasus-kasus rencana kudeta yang melibatkan ratusan militer aktif dan purnawirawan.

“Ini adalah sebuah keberanian pemimpin sipil yang perlu dicontoh dalam menata hubungan sipil dan militer. Fenomena ini  memunculkan istilah kudeta sipil di Turki,” pungkas Alfan.

Promosi Doktor Ilmu Politik Pasca Sarjana FISIP UGM ini dihadiri tokoh-tokoh nasional. Diantaranya adalah Ketua DPR RI 1999-2004 Akbar Tandjung, Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, Anggota KPU Sigit Pamungkas, Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, mantan Sekjen PB HMI Gaambar Anom dan tokoh Papua Muhsin Idris Sirfefa. (jn/ind)