Jakarta – Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah memberikan uang kepada mantan wakilnya Rano Karno sejumlah Rp 300 juta sebagaimana terungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa Penuntut Umum KPK, Afni Carolina, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/3), saat membacakan surat dakwaan terhadap Atut, mengatakan, uang tersebut merupakan hasil dari perbuatan melawan hukum.

“Terdakwa melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sedemikian rupa sebagai perbuatan berlanjut, secara melawan hukum,” kata Afni.

Menurut jaksa, terdakwa Atut telah melakukan pengaturan dalam proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2012 dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012.

“Dan melakukan pengaturan pelaksanaan anggaran apda pelelangan pengadaan alat kesehatan  (alkes) Rumah Sakit (RS) Rujukan Pemerintah Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Bantan tahun anggaran 2012 untuk memenangkan pihak tertentu,” kata Afni.

Rano Karno merupakan salah satu pihak yang diuntungkan atau diperkaya oleh terdakwa Atut, selain nama-nama lain yang juga menerima uang dari mantan orang nomor satu di Banten itu.