Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan bahwa TNI sudah menyiapkan 4400 personel untuk mengamankan pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wapres, pada 20 Oktober 2014.

“Juga nanti akan ada penambahan sebanyak 170 SSK (Satuan Setingkat Kompi= 100 personel) dari Kepolisian RI,” kata Moeldoko di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2014.

Dia pun menjelaskan, dalam pasal 7 Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Operasi Militer Selain Perang, tugas pokok TNI diamanatkan mengamankan Presiden dan Wapres RI, serta Presiden dan Wapres.

“Dengan demikian pengamanan sepenuhnya objek di tangan TNI diback up sepenuhnya oleh Kepolisian,” tegas mantan Pangdam XII Tanjungpura meliputi Kalbar dan Kalsel ini.

Pada kesempatan itu, dirinya menghimbau masyarakat untuk tidak merayakan pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla terlalu berlebihan sehingga membuat suasana menjadi tidak aman dan nyaman.

Semua kegiatan dipastikan akan diamankan. Termasuk perayaan pasca pelantikan Jokowi-JK yang rencananya akan diarak dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara.

Menurut Moeldoko, setelah dari HI agak ribet karena pasti akan dipenuhi masyarakat. Sementara Susilo Bambang Yudhoyono sudah menunggu di Istana untuk pisah sambut. Karenanya, ia mengingatkan, jangan memaksa untuk bersalaman dengan Jokowi.

“Setelah Hotel Indonesia agak ribet, pasti penuh dengan masyarakat sementara Pak SBY sudah menunggu di Istana. Jangan memaksa salaman dan sebagainya, nanti tak sampai ke Istana,” kata Moeldoko

Moeldoko menjelaskan, dua hari sebelumnya sudah memanggil Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, Komandan Paspampres, Kepala Bais untuk memaparkan rencana pengamanan ini.

“Pada intinya mereka sudah menyiapkan dengan baik,” kata Moeldoko.

Tadi pagi, Moeldoko juga sudah memimpin apel kesiapan pengamanan. Dia memaparkan sejak putusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan Perselisihan Hasil Pemilu, pengamanan Jokowi-JK sudah beralih dari Kepolisian kepada TNI.

Hadir dalam pertemuan dengan pimpinan MPR RI adalah Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Sutarman, Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Marsetyo, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Madya TNI, Ida Bagus Putu Dunia. (ant/ind)