‪Pengusaha, Anindya Bakrie, dikenal sebagai ahli membangkitkan perusahaan terpuruk. Terbukti, usaha keras salah satu wakil ketua kamar dagang industri (Kadin), ini berhasil menjadikan TV One dan ANTV berkembang pesat. Padahal kedua stasiun televisi itu, pada mulanya, dililit hutang dan ratingnya jatuh.‬

‪CEO Bloomberg TV, Aditya Chandra Wardhana, memperhatikan betul bagaimana putra sulung Aburizal Bakrie dan Tatty Bakrie itu berperan penting dalam membangkitkan usaha – usaha yang kurang bergairah. Secara umum, Grup Bakrie telah berkiprah 69 tahun dan telah mengalami jatuh bangun. Seperti halnya Indonesia, dari 1997 sampai sekarang, Indonesia telah melalui proses ekonomi dan politik khususnya melalui serangkaian demokratisasi, deregulasi perekonomian dan desentralisasi.‬

‪”Semua itu diselesaikan melalui proses transformasi, profesionalisasi, kaderisasi dan internasionalisasi,” imbuh Aditya, saat dihubungi, Senin (30/6). Pada generasi kedua dan ketiga dari keluarga Bakrie, telah mulai melakukan institusionalisasi atau profesionalisasi kewirausahaan. Ini juga merupakan bagian dari strategi tersebut.‬

‪Anindya yang menggemari lari maraton ini dinilainya mampu membangkitkan perusahaan karena kaderisasi yang dilakukan. Proses ini bukanlah berdasarkan silsilah keturunan. Yang paling diutamakan adalah profesionalisme. “Dia mampu mencetak dan merekrut kader profesional. Mereka kemudian mencurahkan potensinya untuk memutar roda perusahaan dengan cepat,” jelas Aditya.‬

Diakuinya, alumni Stanford graduate of business, California, ini memiliki banyak pengalaman mengambil keputusan yang sulit. Salah satunya adalah ketika ANTV harus memasuki PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Negosiasi dengan seluruh kreditur di pengadilan niaga ditempuh. Hasilnya hanya ada dua pilihan, disetujui atau tidak.‬

‪Jika tidak ya, berarti bangkrut atau likuidasi. Ini merupakan sebuah keputusan besar, walaupun Anindya, ketika itu yakin tetapi resikonya juga besar. Syukurlah, keputusan yang diambil membuat perusahaan yang dikelolanya tetap eksis, bahkan terus berkembang.‬

‪Empat prinsip selalu diterapkan pria berusia 40 tahun ini dalam berbisnis, yaitu purpose, passion, professionalism dan pray. Penerapan prinsip Purpose atau tujuan hampir sama di setiap perusahaan,  apapun yang dilakukannya harus jelas maksud visi dan misi. Tidak hanya sekadar mencari untung.‬

‪Dalam kasus ANTV, purpose-nya adalah untuk memberikan hiburan dengan penyajian yang berkelas internasional, pada Bakrie Telecom, purpose-nya adalah agar warga Indonesia bisa menelepon dan mengirim SMS tanpa terbebani.

Kedua adalah Passion atau kecintaan dalam melalukan seluruh kegiatan bisnis. “Kita harus memiliki passion dalam membangun sesuatu. Industri yang kami bangun merupakan real sector yang value added dan ini tentunya membutuhkan passion,” imbuhnya.‬

‪Ketiga, profesionalisme itu penting. Sebagai pemimpin dirinya harus menyadari apa kekuatan, kelemahan, dan kemudian membentuk tim untuk memperkuat perusahaan serta memberikan otoritas yang akuntabel kepada mereka. Dan yang terakhir ketika semuanya sudah dilakukan, ya berdoa saja.‬

‪Semua ini juga diterapkannya dalam membangun antv dan tvOne. Semula kedua TV tersebut terpuruk. Rating rendah. Banyak hutang. Sekarang kedua TV tersebut tampil dengan prestasi yang gemilang. Masyarakat bahkan menyukai kedua TV tersebut, karena menjadi pemegang lisensi penyiaran piala dunia.

Induk perusahaan ANTV dan TV One, yaitu PT Visi Media Asia (VIVA) masuk bursa di akhir 2011. Ini dilakukan untuk membangun komitmen kuat dari perusahaan dalam mengimplementasikan pola tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance seperti yang dianjurkan pemerintah.

Komitmen tersebut, dibuktikan dari terus meningkatnya performa salah satu anak usahanya, yaitu VIVA. Baru setahun melantai di pasar modal Indonesia, VIVA terus menunjukkan prestasinya dengan meraup keuntungan berkali lipat pada tahun ini. Tahun ini  sekitar 10 persen saham ANTV, lewat MDIA juga masuk bursa. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan performa perusahaan agar lebih berkontribusi bagi perkembangan penyiaran di Indonesia. (Ind)