Kerajaan Arab Saudi, Selasa, 15 Desember 2015, membuka kembali kedutaan besarnya di Baghdad, seperempat abad setelah hubungan rusak akibat serbuan Irak ke Kuwait, kata pejabat kementerian luar negeri.

Duta besar Saudi untuk Irak dijadwalkan tiba pada Kamis dan menghadiri upacara pembukaan.

Sebuah konsulat dijadwalkan dibuka di Arbil, ibukota wilayah otonomi Kurdi Irak.

Hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Irak diputus pada tahun 1990 tetapi dipulihkan kembali pada tahun 2004 setelah serbuan pimpinan AS menggulingkan Saddam Hussein.

Hubungan masih tegang antara kerajaan Teluk, basis kuat Sunni, dengan Irak, yang didominasi Syiah, tempat Iran dan kelompok bersenjata memegang pengaruh besar.

Pejabat Irak berulang kali menuduh Riyadh bersekongkol dengan kelompok IS, yang menguasai sejumlah bagian negara itu tahun lalu. (ant)