Terpanggil untuk mengembalikan kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya, Arif Nurcahyo dan Aki Adishakti resmi mendeklarasikan diri maju dalam Pilkada 2017 secara Independen.

Deklarasi keduanya digelar di Plaza Ngasem Kota Yogyakarta, Senin (2/5/2016) sore.

Deklarasi Arif Nurcahyo sebagai Bakal Calon Walikota Yogyakarta dan Aki Adishakti sebagai bakal Wakil Walikota berlangsung sederhana dan dikemas dengan kegiatan budaya berupa memetri kampung serta Apeman.

Tampak dua buah Becak dan beberapa mainan anak jaman dulu berupa kitiran juga menghiasai panggung Plaza Ngasem.

Tak hanya itu, sebelum Arif Nurcahyo dan Aki Adishakti naik keatas panggung, relawan membagikan bungkusan dari daun pisang yang berisi apem, ketan, dan kolak kepada warga yang hadir di Plaza Ngasem.

Acara deklarasi dibuka dengan penampilan musikus Jalanan Yogyajarta Sutrisno atau lebih dikenal dengan panggilan Sujud Kendang.

“Saya orang Yogya yang tidak tinggal di Yogya karena kerja di Jakarta . Saya banyak mendengar dari teman-teman tentang kondisi Yogyakarta, karena itu saya Terpanggil untuk kembali,” ujar Arif Nurcahyo saat ditemui Kompas.com .

Menurut dia, saat ini kota pendidikan telah bergesar ke Malang Jawa Timur dan Kota Budaya bergeser ke Bandung. Sehingga, lanjutnya semangat utama untuk kembali ke kota kelahiran dan maju dalam Pilkada 2017 secara independen adalah untuk mengembalikan kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya. Salah satunya, mengembalikan pola pendidikan berbasis keluarga dan menghidupkan komunitas kampung.

“Program saya sederhana, membangun dunia bisa dari Indonesia, membangun Indonesia bisa dari Yogyakarta. Lalu membangun Yogyakarta bisa dari pekarangan rumah kita,” ucap dia.

Ia menjelaskan, keputusannya memilih jalur independen karena ideliasme perorangan itu lebih original. Selain itu, tanpa embel-embel partai, dirinya bisa turun dan berbaur dengan berbagai elemen di Yogyakarta dengan bebas.

“Saya sekarang masih aktif di Polri, bagian sumber daya manusia di Mabes Polri dan akan segera mengajukan pensiun dini. Ya karena panggilan untuk kembali ini,” ucapnya.

Sementara itu, Aki Adishakti mengaku awalnya tidak punya keinginan atau berambisi untuk maju dalam Pilkada 2017. Namun, sebutnya, hal ini seakan mengalir begitu saja dan akhirnya berpasangan dengan Arif Nurcahyo.

“Jika dipercaya menjadi pelayan, maka saya bisa lebih dekat dengan kebijakan sehingga ide-ide untuk memperbaiki Yogyakarta dari berbagai sisi ini bisa lebih terwujud,” katanya. (kps/ind)