PETA kekuatan bakal calon gubernur untuk bertarung di Pilgub 2017 sudah terbangun. Tiga sosok kuat bakal calon gubernur yang muncul, yakni petahana Rano Karno, anggota DPR RI Andika Hazrumy, dan Wahidin Halim (WH) seperti magnet yang menyedot perhatian partai.

Sejauh ini, baik Rano, Andika, maupun WH belum melirik siapa yang akan mendampinginya untuk maju. Di samping tentunya kebijakan dewan pimpinan pusat (DPP) ketiga partai yang menaunginya, yaitu PDIP, Golkar, dan Demokrat juga belum memberikan dukungan resmi.

Akan tetapi, di tengah belum diputuskan sikap pusat, para bakal calon wakil gubernur bermunculan cukup giat dan berharap bisa bersanding dengan tiga bakal calon gubernur itu. Mayoritas para bakal calon wakil gubernur ini mengincar Rano Karno dan Andika Hazrumy. Keduanya dianggap paling besar memiliki kans menang lantaran sama-sama memiliki 15 kursi legislatif di DPRD Banten.

Sejumlah sosok bakal calon gubernur yang muncul, yakni Tb Haerul Jaman, Ahmad Taufik Nuriman (ATN), Wawan Iriawan, Budi Heryadi, Anton Apriyantono, Aeng Haerudin, dan Arief R Wismansyah. Mereka pun melakukan lobi-lobi politik, baik di jajaran pengurus daerah maupun pusat untuk memuluskan langkah mereka sebagai Banten 2.

Tb Haerul Jaman misalnya. Di awal kemunculan, Jaman yang kini menjabat Walikota Serang ngebet ingin menduduki kursi Banten 1. Namun, seperti punuk merindukan bulan, langkah Jaman ini terhambat lantaran DPD I Partai Golkar Banten dan didukung delapan suara DPD II Kabupaten Kota mendorong Andika Hazrumy.

Jauh sebelum dorongan rekomendasi ini keluar, Jaman sudah mengambil ancang-ancang dengan sedikit menekan hasrat untuk maju sebagai bakal calon wakil gubernur. Ambisinya untuk bisa bersanding dengan Rano ditunjukkan saat dirinya mengikuti penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di DPD PDI Perjuangan. Ia mengambil formulir bakal calon wakil gubernur. Pada berbagai kesempatan, Jaman terlihat ‘mesra’ dengan Rano Karno. Ikut hadir pada acara-acara pemerintahan Pemprov Banten atau memenuhi undangan sejumlah kegiatan PDIP. Termasuk ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir di Pandeglang pada puncak peringatan Hari Bumi. Sikap ini makin menunjukkan spekulasi publik, jika Jaman ngotot ingin dipinang PDI Perjuangan untuk disandingkan dengan Rano.

Informasi yang diperoleh Radar Banten, Jaman bahkan rela melakukan lobi ke sejumlah fungsionaris DPP PDI Perjuangan di pusat. Jaman bahkan pernah mendapat undangan khusus menghadiri kegiatan organisasi sayap PDI Perjuangan, yakni Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) beberapa waktu lalu. Sejauh ini, selain PDI Perjuangan Jaman pun mengikuti penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di PAN, PPP, dan Hanura.

Pun sama dilakukan Ahmad Taufik Nuriman. Tensi politiknya seperti dia tekan untuk tidak menjadi bakal calon gubernur. Taufik sepertinya sudah berhitung, dengan kekuatan petahana atau finansial Andika yang notabene memiliki jaringan keluarga, tidak bisa dianggap remeh. Ia tercatat mengikuti penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di PDI Perjuangan, Hanura, PAN, Demokrat, dan PPP. Taufik juga melakukan lobi-lobi di pusat. Di PAN, ia pernah membuka komunikasi dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Sementara di Gerindra, pensiunan Kopassus ini sudah bertemu dengan Hasjim Djojohadikusumo, yang tak lain adik dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Taufik mengincar untuk mendampingi Rano Karno atau Wahidin Halim.

Nama Ketua DPW Partai NasDem Banten Wawan Iriawan muncul dalam perhelatan Pilgub Banten. Putra asli Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, ini serius menatap pesta demokrasi di tanah jawara. Sosialisasi terus dijalankan. Membentuk relawan dan jaringan juga digerakkan.

Menyongsong Pilgub Banten, Wawan kian massif bergerak di tingkat elite agar bisa maju dalam pesta demokrasi. Ia juga pernah mengundang Ketua Umum NasDem Surya Paloh dalam acara rapat akbar partai di ICE, BSD, Kabupaten Tangerang. Dalam acara tersebut, seluruh DPD di delapan kabupaten kota menyodorkan Wawan sebagai bakal calon gubernur Banten.

Melihat aspirasi NasDem Banten, Surya Paloh waktu itu belum berani mengambil keputusan. Ia menjawab diplomatis masih menunggu hasil survei dan elektabilitas Wawan Iriawan. “Belum ada keputusan final soal pilgub Banten,” kata Surya Paloh.

Seiring berjalannya waktu, Wawan yang dulunya getol ingin menjadi calon gubernur, mulai menurunkan tensi politiknya. Ia kini lebih bersikap realistis. Saat acara buka puasa bersama di Kantor Korwil NasDem Banten, di Serpong, akhir pekan lalu, Wawan mengaku tidak terlalu ngoyo untuk menjadi calon gubernur. Pilihannya realistis hanya mengincar posisi Banten dua atau wakil gubernur. “Dulu memang keinginan kader saya diajukan sebagai calon gubernur. Kondisinya tidak memungkinkan. Posisi calon wakil gubernur mungkin yang paling realistis,” katanya.

Secara hasrat politik, Wawan sebenarnya menginginkan untuk bisa bersanding dengan Rano Karno atau Andika Hazrumy. Meski demikian, ia menjanjikan dalam waktu dekat ini sudah ada keputusan resmi partai soal posisi NasDem di Pilgub Banten. Setelah Lebaran, sudah ada sikap partai apakah mau memajukkan kader atau mendukung pasangan calon.

Sementara itu, isu yang berkembang di tingkat elite, Surya Paloh terus menjalin komunikasi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, serta Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. Komunikasi tersebut membahas soal pilgub Banten dan arah koalisi. “Informasinya, ketua umum memang serius untuk memenangkan Pilgub Banten. Komunikasi juga terus dijalankan dengan PDIP dan Golkar apakah akan mencalonkan kader atau mendukung calon lain, masih dalam penjajakan. Kita inginnya Pak Wawan disorongkan menjadi calon wakil gubernur,” kata Wasekjen DPP Partai NasDem Dedi Ramanta.

Sementara itu, dua bakal calon wakil gubernur lainnya, yakni Budi Heryadi dan Anton Apriyantono sepertinya mulai ‘jalan sendiri-sendiri’. Sebab, Budi yang bernaung di Gerindra dan Anton kader PKS sempat membangun arah koalisi dalam bingkai partai poros tengah. Poros tengah ini digagas Gerindra dan PKS, yang awalnya akan memajukan Budi Heryadi sebagai bakal calon gubernur dan Anton menjadi bakal calon wakil gubernur. Pergerakan partai poros tengah ini sempat melebar dengan melakukan pertemuan bersama petinggi DPD PAN, PPP, PKB, dan Hanura.

Akan tetapi, belakangan Budi justru membuka komunikasi dengan Andika. Ini menyiratkan bahwa Budi berhasrat ingin dipinang Andika.

Sementara itu, PDI Perjuangan lewat Ketua DPP Ribka Tjiptaning pernah menyatakan, pernah membuka komunikasi dengan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Menurut Ribka, sosok Arief bisa disandingkan dengan Rano lantaran dianggap mumpuni dan berpengalaman dalam memimpin birokrasi.