Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Muhammad Sani (HM Sani) berharap persoalan suplai gas dari Natuna dengan mengkoneksi sambungan pipa Pemping ke Batam segera di koneksi. Gubernur Kepri sendiri mempersilahkan kalau saja persoalan harga harus ada penyesuaian.

“Demi kepentingan bersama saya pikir masalah penyesuaian harga kalau itu untuk kebaikan semua pihak, tidak jadi masalah, ” jelas Gubernur Kepri HM Sani.

Sementara itu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Sudirman Said berharap persoalan pasokan gas dari Natuna untuk keperluan PLN Tanjung Uncang Batam segera terealisasi. Mengingat seluruh infrastruktur PLN sejauh ini sudah siap untuk beroperasi. Titik temu kepastian terealisasinya pasokan suplay gas dari Natuna tersebut disampaikan dalam Rapat Pembahasan Jadwal Penyelesaian Pipa Ruas 1 dan Pembahasan Durasi Kontrak DMO Gas Gajah Baru Natuna di Bright PLN Batam Center, Rabu 18 Februari 2015.

Sudirman Said berkomitmen penuh, untuk bisa merealisasikan apa yang menjadi keinginan dan harapan seluruh masyarakat Kepri. Yakni ada suplay gas dari Natuna ke PLN Batam. Karena sejauh ini, suplay gas tersebut diekspor ke luar negeri dalam hal ini Singapura.

Begitupun dengan yang disampaikan Gubernur Kepri Muhammad Sani. Dimana Gubernur berharap persoalan suplay gas dari Natuna dengan mengkoneksi sambungan pipa Pemping ke Batam segera di koneksi. Selain ruas 1 pemping yang sudah siap, ruas 2 pemping juga sudah mendekati siap untuk bisa mengalirkan gas, jelas Menteri.

Ada 4 alternatif pilihan dari jenis harga gas untuk bisa mengalirkan suplay ke PLN Tanjung Uncang. Salah satunya adalah suplay gas dari Conoco Philip, Satu sisi ketersediaan pasokan gas untuk mensuplay juga tersedia dan masih memadai. Kontrak juga masih sangat memungkinkan untuk dibuat. Persoalan sejatinya hanya pada harga yang belum ada kata kesepakatan.

Meski begitu, ini akan kita carikan solusi, tegas Menteri. Karena semua yang berkepentingan disini sejatinya lebih banyak badan-badan usaha milik negara. Jadi solusi untuk bisa mencapai titik temu, sangat terbuka sekali, pinta Sudirman Said. Begitupun dengan persoalan harga yang sejauh ini masih harus di dudukan dan dibicarakan lebih jauh.

Rapat sendiri dihadiri langsung Menteri ESDM Sudirman Said, Gubernur Kepri dengan di pimpin langsung Dirjend Kelistrikan dan para pihak. Mulai dari SKKmigas, PGN, Pertamina, BPKP, Premiumoil, Kejaksaan Provinsi Kepri dan juga Brihgt PLN sendiri. Rapat sendiri masih terus berlangsung, dengan fokus pembahasan megenai kesetaraan harga. (hum/kr/ind)