Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat (FPD) Dede Yusuf Macan Effendi mengharapkan Presiden Joko Widodo mencermati masa transisi perubahan nomenklatur kementerian dalam Kabinet Kerja sehingga para menteri dapat segera bekerja secara efektif untuk menjalankan program pemerintah.

“Dengan perombakan kabinet ini maka konsekuensinya kabinet butuh waktu untuk adaptasi dan penyesuaian dalam hal anggaran dan administrasi serta ketatanegaraan. Ini tidak mudah dan tidak bisa cepat, energi kabinet di tahun pertama akan habis untuk penyesuaian bukan langsung kerja seperti yang diinginkan Presiden,” kata Dede Yusuf dalam siaran persnya.

Ia mengatakan “komitmen pembangunan prorakyat tidak dapat dilihat dari perombakan kabinet, melainkan dari penunjukkan figur menteri profesional dan politik anggaran serta kesinambungan. Apa yang pak SBY lakukan tinggal dilanjutkan saja, misalnya penajaman di sektor kemaritiman tanpa perlu merombak sektor lainnya,” ujarnya.

Dede menghormati hak prerogatif Presiden Jokowi dalam menyusun kabinet. Mantan wakil gubernur Jawa Barat ini mewanti-wanti, apabila adaptasi kelembagaan dan anggaran menghabiskan energi maka rakyat yang akan menjadi korban.

“Kita punya pengalaman masa lalu di awal era reformasi dimana perombakan besar dilakukan akibatnya malah tidak bisa melakukan pembangunan. Apa yang pak SBY lakukan selama 10 tahun dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat janganlah sampai dihapuskan begitu saja karena rakyat masih membutuhkan,” paparnya. (ant)