Jakarta – KPK menetapkan Bupati Nganjuk Taufiqurahman sebagai tersangka dari operasi tangkap tangan (OTT) kemarin. Suap yang diterima Taufiq terkait perekrutan dan pengelolaan Aparatur Sipil Negara/Pegawai Negeri Sipil (ASN/PNS) di Kabupaten Nganjuk.

Atas OTT ini KPK mengamankan 20 orang, termasuk Taufiq dan istrinya, Ita Triwibawati yang juga merupakan Sekretaris Daerah Jombang. Namun, hanya 5 orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Lembaga antirasuah ini juga mengamankan uang senilai Rp 298.020.000 dari 2 orang yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar dan Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi.

OTT dilakukan di 2 tempat yaitu Jakarta dan Nganjuk, Jawa Timur. Berikut kronologinya sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Kamis hari ini:

Selasa, 24 Oktober 2017

Pagi hari, Taufiqurrahman bersama ajudannya menghadiri acara di Jakarta dan bermalam di salah satu hotel kawasan Lapangan Banteng di Jakarta Pusat.

Malam hari, istrinya Ita Triwibawati bersama ajudannya menyusul di hotel yang sama.

Tengah malam, Ibnu Hajar, Suwandi, dan seorang wartawan berinisial B kemudian tiba di Jakarta dan menginap di hotel daerah Gambir.

Rabu, 25 Oktober 2017

Pagi

Ibnu Hajar, Suwandi, dan B datang ke hotel tempat Taufiq menginap. Menyusul rombongan berikutnya SA (Lurah di Kabupaten Nganjuk sekaligus bakal calon Wakil Bupati Nganjuk), S (mantan Kepala Desa), dan J (Sekretaris Camat Tanjung Anom).

Pukul 11.00

10 Orang tersebut bertemu dan terjadi penyerahan uang Rp 298.020.000 dalam 2 tas terpisah dari Ibnu Hajar dan Suwandi.

Pukul 11.30

Taufiq, Ita Tribawati, B, dan 2 orang ajudan meninggalkan hotel di kawasan Lapangan Banteng, namun dihentikan tim KPK dan diamankan.

5 Orang lainnya tetap di hotel dan uang dititipkan kepada Ibnu Hajar. Mereka kemudian diamankan juga untuk diperiksa di KPK.

Sore

KPK mengamankan Kabag Umum Kabupaten Nganjuk Mokhammad Bisri yang ada kegiatan di hotel kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Terpisah, tim memeriksa 8 orang di Polres Nganjuk.

Kamis, 25 Oktober 2017

Siang

KPK memberangkatkan T (Kepala Sekolah SMP 1 Tanjung Anom) dan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Nagnjuk Harjanto.

Pukul 16.00

KPK kemudian menetapkan tersangka penerima yaitu Bupati Nganjuk 2013-2018 Taufiqurrahman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar, dan Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi.

Sementara tersangka pemberinya Kabag Umum Kabupaten Nganjuk Mokhammad Bisri dan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Harjanto.(dtk/aj)