Indopolitika.com   Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menilai, politik uang dan intoleransi merusak empat pilar kebangsaan, sehingga masyarakat perlu pemahaman tentang pentingnya empat pilar kebangsaan.

Anggota Komisi IV DPR Djuwarto, mengatakan maraknya politik uang saat pemilihan legislatif merusak tataran berbangsa dan pola-pola perusakan demokrasi yang tertuang dalam empat pilar kebangsaan Indonesia yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Budaya “wani piro” (berani berapa) sangat merusak tataran demokrasi,” kata Djuwarto di Gunung Kidul, Minggu (6/7).

Ia mengatakan untuk menangkal meningkatnya politik uang, pihaknya terus berupaya memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik politik uang.

“Pesan pesan moral harus terus disuarakan, agar peradaban bangsa yakni empat pilar kebangsaan terus berada didalam hati masyarakat,” kata dia.

Djuwarto mengatakan seharusnya pemilu menjadi bagian terpenting dalam hidup berdemokrasi.

“Masyarakat seharusnya sadar pemilu merupakan perwujudan dari pancasila, jangan sampai dirusak oleh politik uang,” katanya. (Ant/ind)