Indopolitika.com  Ulah kubu Jokowi-JK dalam tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin yang mencatut sejumlah nama kiai mendapat kecaman keras dari warga. Tindakan itu dinilai tidak bermoral dan merupakan bentuk ekspresi kepanikan.

“Saya gak nyangka fatwa itu fitnah. Berarti mereka kalap. Sampai-sampai nama kiai dan ulama dilacurkan,” kata Ahmad Faisal, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Surabaya, Rabu (2/6).

Faisal yang telah membaca tabloid tersebut mengaku kaget ketika mendengar kabar bahwa sebagian isinya fitnah. Padahal, ucapnya, tabloid itu dicetuskan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

“Bisa merusak nama baik dia juga. Katanya dia inisiatornya. Masa’ tabloid menteri begini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan aktivis Komunitas Mahasiswa Nusantara (KAMURA) Ahmad Khalil. Menurutnya, dengan mencatut nama kiai, kubu Jokowi-JK telah membalas kampanye hitam tabloid Obor Rakyat dengan kampanye hitam.

“Ya apa bedanya. Mau nepis Obor Rakyat kok caranya begini, dengan menebar kebohongan, menjual nama-nama kiai,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin merasa keberatan namanya dicatut seolah mendukung pasangan Jokowi-JK. Dengan tegas ia kemudian menyatakan tak pernah memberi pernyataan dukung-mendukung, apalagi berfatwa Jokowi membawa kemaslahatan bagi bangsa.

Keberatan serupa juga disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Jawa Timur, KH Maimun Zuabair. Melalui situs resmi www.ppalanwar.com, Ketua II PP Al Anwar Muhammad Fakhrurrozi menyatakan, berita bernuansa dukungan terhadap Jokowi tersebut bohong.

Belakangan, keberatan atas pencatutan nama juga datang dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid. Melalui akun twitter pribadinya @Gus_Sholah, ia merasa perlu memberi klarifikasi terkait beredarnya tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin.

“Juga catut nama saya,” kata Gus Sholah ketika mention akun @iman100017 yang bertanya tentang sikapnya yang diklaim mendukung Jokowi. (ind)