Palembang – Jelang Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel) 2018, sejumlah kandidat sudah disibukkan dengan adu program antar kandidat. Janji politik dan program prioritaspun mulai disosialisasikan untuk memenangkan kontestasi pilkada Sumsel mendatang.

Kesempatan kali ini, bakal calon Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel 2018 Mawardi Yahya yang akan mendampingi Cagub Herman Deru, menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembangunan Sumsel secara merata, khusunya Sumsel kawasan bagian barat. Demikian diungkapkan Mawardi saat ditemui media di Ogan Ilir, Sabtu (21/10).

Mawardi yang direkomendasikan partai NasDem berdampingan dengan Cagub Herman Deru di Pilgub Sumsel ini menyatakan, bahwa dirinya bersama Deru akan menekankan pada program pembangunan kawasan Sumsel barat secara serius. Infrastruktur, fasilitas umum, sentra bisnis dan pendidikan akan dibangun dengan cepat. “Dengan pembangunan yang merata apalagi sudah terbukanya akses langsung penerbangan ke Lubuk Linggau dan Pagar Alam, tentunya infrastruktur di sana harus dikembangkan. Jangan terlalu Palembang centria, semua harus dibangun,” ujarnya.

Mawardi menambahkan, jika saat ini yang dibangga-banggakan adalah pembangunan Kota Palembang maka hal yang sama harus juga terjadi untuk daerah kainnya. Dengan begitu akan terjadi keseimbangan kawasan. “Pembangunan dan kemajuan tidak boleh hanya dirasakan di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya saja, tetapi di kawasan barat juga demikian. Komitmen kami menjadikan Sumsel Maju itu harus merata pembangunannya di semua wilayah Sumsel,” tegasnya.

Mantan Bupati Ogan Ilir (OI) ini juga menyinggung soal isu ketimpangan di Sumsel, menurutnya munculnya ketimpangan di Sumsel cukup mudah dilihat dengan mata telanjang. Data sensus ekonomi tahun 2016 menunjukan terpusatnya jumlah usaha ekonomi dan pembangunan infrastruktur di Kota Palembang, usaha ekonomi di kota ini saja angkanya mencapai 23,65 persen. “Sekali lagi saya tegaskan, seharusnya pembangunan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tidak melulu berorientsi di ibu kota provinsi, tidak selalu harus berada di pusat kota. Ini penting agar daerah pinggiran juga mampu bersaing dan terangsang tumbuh menjadi pusat-pusat ekonomi di Sumsel,” pungkas Mawardi.