Indopolitika.com   Debat ketiga antar calon presiden menyajikan pemandangan berbeda dari debat sebelumnya. Selain setiap capres diberi kesempatan untuk saling bertanya dan menanggapi jawaban, gerak tubuh masing-masing capres menjadi hal yang menarik disorot.

Jika Capres Prabowo Subianto terlihat tenang, santai, spontan, dan mengarahkan pandangannya ke audien atau lawan bicara, Capres Joko Widodo tampak sangat serius dan fokus.

Jokowi terlihat beberapa kali menunduk, membaca catatan serta mengarahkan pandangan ke arah kiri bawah. “Kontak mata dengan lawan bicara atau audien menandakan dia (Prabowo) percaya diri, gak kerdil, menyimak dan menghargai semua elemen yang terlibat dalam komunikasi,” kata pengamat komunikasi politik Fathurahman Sidiq ketika dihubungi di Jakarta (23/6).

Sebaliknya, gerak tubuh Jokowi dinilainya kurang percaya diri dan terlalu terpaku dengan catatan. Bahkan beberapa kali Jokowi seperti berusaha keras mengingat sesuatu yang sudah dipersiapkan sebelumnya. “Sorot mata Jokowi ketika melihat ke kiri bawah itu upaya mengingat atau menghafal sesuatu. Saya yakin dia sudah dikonstruk sebelumnya. Gagasannya bukan orisinil dari dia,” terang Fathurahman.

Selain itu, lanjutnya, ketika masuk sesi tanya jawab, Jokowi seperti tak menghargai jawaban Prabowo. Jokowi terlihat memicingkan mata dan sedikit menertawakan jawaban lawan bicaranya. “Mungkin karena diangggap gak sesuai dengan pandangannya. Terbukti saat menanggapi, Jokowi bukannya mengonfirmasi atau mengejar jawaban Prabowo, tapi malah menjelaskan pandangannya sendiri yang seolah lebih baik. Padahal secara substansi sama,” urainya.

Pemandangan demikian, imbuhnya, berbeda dengan sikap Prabowo yang fokus menyimak jawaban Jokowi. Bahkan ia tak segan mengangguk saat Jokowi menjawab pertanyaannya meski tampak kurang memuaskan. “Ketika ditanya Indosat juga Laut China Selatan, Prabowo gak lantas menertawai Jokowi tuh,” pungkasnya. (Ind)