Indopolitika.com  Jelang pelaksanaan debat cawapres (Minggu 29 Juni 2014), Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla diminta agar tidak segan menanyakan banyaknya kecelakaan pesawat terbang ke Hatta Rajasa. Pasalnya, hal ini menjadi persoalan penting di bidang teknologi sebagai salah satu tema yang akan dibicarakan dalam debat nanti.

“Ini krusial. Kecelakaan itu banyak menelan korban nyawa. Ini menyangkut rendahnya penerapan standar teknologi yang diterapkan di Indonesia,” kata Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Putra Antoni di Jakarta, Kamis (29/6).

Menurutnya, selain karena penerapan standar teknologi yang masih rendah, kecelakaan pesawat tidak lepas dari kurang intensifnya pengawasan pemerintah dalam menjamin sistem keselamatan transportasi. Di samping itu, komitmen pemerintah dalam memajukan dan mengembangkan teknologi nasional juga belum maksimal.

“Buktinya, inovasi teknologi pesawat terbang di Indonesia saat ini masih jauh dibanding standar pesawat modern yang berlaku di Eropa dan Amerika Utara,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai sangat tepat jika nanti Jusuf Kalla menanyakan langsung kepada Hatta Rajasa sebagai mantan Menteri Riset dan Teknologi dan mantan Menteri Perhubungan. “Iya. Dan kecelakaan paling banyak terjadi saat beliau jadi Menteri Perhubungan,” tambahnya.

Dalam catatannya, selama Hatta Rajasa menjabat menteri perhubungan, setidaknya terjadi empat kali kecelakaan pesawat. Yakni, Lion Air Penerbangan JT 538 (menewaskan 26 orang), Mandala Airline 91 (korban wafat 145 orang), Garuda GA 200 (menelan korban 22 orang), dan Adam Air Penerbangan 574 (102 orang wafat dan hilang).

Ia berharap, debat cawapres yang mengabil tema Pengembangan Sumberda Daya Manusia dan Iptek mampu mengupas pandangan dan visi-misi kandidat secara gamblang dan mendalam.

“Kita tunggu saja,” pungkasnya. (ind)