Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku tidak memiliki persiapan khusus jelang debat resmi Pilkada DKI Jakarta 2017 puturan kedua. Namun, cawagub nomor urut tiga ini berharap, debat yang digelar tidak menjadi ajang kuat antar paslon.

“Selama situasinya (debat) itu dibuat sesejuk mungkin, tidak diadu-adu dan tidak dipertontonkan adu kuat, atau adu yel-yel antar pendukung, kita sudah siap. Karena itu menimbulkan begitu banyak potensi konflik, khususnya di akar rumput (masyarakat),” kata Sandiaga, usai sosialisasi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Debat akan diselenggarakan stasiun televisi swasta pada 11 Maret, dan debat resmi yang digelar KPU Jakarta pada 12 Mei. Hari H Pilkada puturan kedua sendiri akan dilaksanakan pada 19 April.

Terkait persiapan jelang debat final, baik Sandiaga maupun pasangannya, Anies Baswedan tidak mempersiapkan diri.

Sebab, tema debat yang meliputi isu sosial telah dikuasainya langsung dari tinjauannya langsung ketika blusukan, terlebih sejumlah program yang diusungnya merupakan solusi atas permasalahan sosial yang dialami warga saat ini.

“Kita kembali melihat beberapa topik seperti bonus demografi, itu cocok banget sama OK OCE, ada juga masalah yang berkaitan dengan masalah pengembangan Jakarta ke depan. Banyak yang sudah disentuh di debat 1, 2, 3 yang resmi maupun yang debat sebelumnya, kita pastikan (debat) akan sangat menarik,” pungkas Sandiaga. [rmol]