Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Munas Bali dan Jakarta 2014 telah resmi menandatangani kesepakatan perdamaian, atau islah terbatas pada Sabtu (30/5) sore di kediaman Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Penandatanganan kesepakatan islah khusus dilakukan pada Sabtu sekitar pukul 17.30 WIB. Penandatanganan kesepakatan islah dilakukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono, Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, dan Sekretaris Jenderal dari kedua kubu, Zainuddin Amali serta Idrus Marham.

Penandatanganan kesepakatan islah khusus kedua kubu partai Golkar yang berseteru juga disaksikan oleh Ketua Umum Partai Golkar ke-8, Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya sebelum proses tanda tangan berlangsung, Jusuf Kalla mengatakan bahwa kesepakatan islah khusus harus dilakukan karena proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 akan segera berlangsung pada Juni ini.

Ada 4 poin dalam draft islah tersebut. Intinya adalah kedua pihak sepakat untuk mengajukan calon pemimpin daerah yang akan bertarung dalam pilkada serentak nanti.

Berikut poin yang ditandatangani oleh Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono dan Ketua Umum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie:

1. Setuju untuk mendahulukan Partai Golkar ke depan, sehingga ada calon kepala daerah yang dapat diusulkan dalam pilkada serentak tahun 2015.

2. Setuju untuk membentuk tim penjaringan bersama di daerah-daerah yang akan dilaksanakan pilkada serentak 2015, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

3. Adapun calon yang akan diajukan harus penuhi kriteria yang disepakati bersama.

4. Untuk pendaftaran calon kepada yang diajukan Partai Golkar pada bulan Juli 2015, usulan dari Partai Golkar ditandatangani oleh DPP Partai Golkar yang diakui oleh KPU.