Kaum muslimin Indonesia umumnya menerima demokrasi. Tanpa penerimaan muslim, demokrasi sulit tumbuh.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prof. Azyumardi Arza, mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayutullah Jakarta, saat memberikan orasi dalam acara “Sutan Takdir Alisjahbana Memorial Lecture 2014″ di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin malam (13/10/2014).

“Pemeluk Islam di Indonesia memandang demokrasi kompatibel dengan Islam,” kata Prof. Azyumardi Arza.

Tidak hanya itu, sebagai penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia juga merupakan negara demokrasi terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah kaum muslimin sekira 88,7 persen dari 200 juta lebih warga Indonesia.

“Karena faktor demografi ini, kaum muslimin menjadi faktor utama demokrasi bisa diterima atau tidak. Tanpa penerimaan mereka, demokrasi sulit tumbuh. Serta tanpa dukungan mereka, transisi dan konsolidasi demokrasi sulit berjalan baik.”

Lebih lanjut Prof. Azyumardi Arza menjelaskan perjumpaan dan pengalaman terdapat perbedaan berada di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia dan Turki, serta Islam di dunia Arab seperti Tunasia, Mesir, Libya, Yaman dan Syria. Perbedaan yang signifikan itu, bersumber dari beberapa faktor, pertama soal penafsiran dan pemahaman tentang hubungan antar negara.

“Kedua, corak keislaman arus utama penduduk Muslim. Ketiga, tradisi dan realitas sosial buda, dan keempat latar belakang historis,” jelasnya.

Dalam orasinya peraih gelar kehormatan “Commander of the Order of British Empire” ini menyitir pendapat banyak kalangan yang menyatakan Indonesia merupakan negara yang sukses mengadopsi demokrasi di dunia muslim. Meski pun demokrasi Indonesia baru dirasakan sejak jatuhnya kekuasaan Soeharto. Sehingga sejumlah permasalahan seperti money politics masih menjadi persoalan utama.

Dari sejumlah persoalan bangsa dan negara saat ini, kaum muslimin Indonesia perlu meningkatkan perannya dalam penguatan penyempurnaan demokrasi. (kk/ind)