Indopolitika.com – Pilihan politik Amien Rais dalam mendukung Prabowo-Hatta harus dihormati karena hal itu berkaitan dengan sikap dan selera politiknya. Hanya saja, cara-cara Amien mempromosikan pasangan ini dinilai kebablasan. ”Amien perlu introspeksi,” kata pengamat politik Jarinusa Research and Consulting, Deni Lesmana, di Jakarta, Sabtu (31/5).

Aksinya mengibaratkan pilpres seperti perang Badar di  zaman Rasulullah misalkan, tidak tepat. Pilpres menurut Deni bukanlah pertumpahan darah, tapi lebih kepada dinamika politik berbangsa dan bernegara. Amin menurutnya harus lebih bisa menempatkan diri sebagai pemberi semangat, bukan justru membuat pengibaratan yang belum tentu tepat. “Pertanyaannya, mengapa ia sampai mau lakukan itu?” ungkap Deni. (Baca juga: Analogikan Pilpres Sebagai Perang Badar, Amien Rais Dikritik)

Menurut dia, sangat wajar publik bertanya dan menduga-duga. Ia sendiri memprediksi langkah politik Amien Rais terkait dengan kebutuhan Amien Rais untuk tetap memiliki kaki tangan sendiri di kabinet. (Baca juga: Gunakan Istilah Perang Badar, Amien Rais Serang Kaum Nahdliyin?)

Sebagaimana diketahui, Prabowo telah menjanjikan pada sejumlah tokoh jatah kursi menteri yang tidak terkait dengan organisasi atau parpol dimana ia bernaung. “Pak Amien boleh jadi termasuk di dalamnya,” duganya. Kursi menteri itu, kata pengamat, akan diberikan Amien kepada pengikutnya. (Ind)