Presiden kelima RI Megawati Soekarnorputri menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Prosesi penganugerahan berlangsung di Grha Sanusi Hardjadinata Universitasn Padjadjaran, Bandung, Rabu (25/5).

Dalam pidatonya, Megawati merasa terharu dan bangga dengan pemberian gelar tersebut. Ia mengaku penganugerahan itu mengingatkannya kembali pada momen pertama saat dirinya dilantik sebagai mahasiswa Unpad.

“Saya ucapkan terima kasih atas pemberian gelar doktor honoris causa di bidang politik dan pemerintahan ini,” kata Megawati dalam orasi ilmiahnya “Bernegara dengan Satu Keyakinan Ideologi”.

Megawati menuturkan, selama menjabat presiden, pemerintahannya berhasil merampungkan 123 Undang-Undang. Ia merasa bangga atas prestasinya itu karena dilakukan di masa perintahannya yang terbilang singkat, yakni tiga tahun.

“Sebagian besar undang-undang tersebut sampai sekarang masih berlaku,” katanya.

Undang-undang itu antara lain: UU Pembentukan KPK, PPATK, UU Pemberantasan Terorisme, UU TNI, UU Polri dan UU Kejaksaan. Waktu itu yang menjabat Menteri Kehakiman dan HAM pada Kabinet Gotong Royong adalah Yusril Ihza Mahendra.

Usai pidato, Megawati meminta Yusril yang ikut hadir untuk menulis sejarah pembentukan peraturan perundang-undangan yang dibuat semasa pemerintahannya. Yusril pun menyanggupi permintaan tersebut dengan senang hati.

“Ibu Mega berkeyakinan bahwa di masa pemerintahannya yang singkat selama tiga tahun telah berhasil membangun kembali supremasi hukum,” kata Yusril.