Indopolitika.com  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diingatkan untuk bisa menjamin kesuksesan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dengan menjaga netralitas aparat negara.  Sebab, kesuksesan dan kejujuran dalam pemilu presiden (pilpres) kali ini juga menjadi sorotan internasional.

Menurut Juru Bicara Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokwi-JK), Hasto Kristiyanto, pelaksanaan pilpres di Indonesia kali ini disorot menyusul sejumlah pemilu negara lain yang berakhir kisruh seperti Thailand, Suriah dan Mesir.

Hasto mengatakan, jika pelaksanaan pilpres di Indonesia kali ini tercoreng maka sorotan internasional akan mengarah ke SBY. ”Dunia internasional akan melihat apakah Presiden SBY mampu menjaga transisi kepemimpinan nasional ini dengan lebih demokratis dan lebih berkeadilan,” kata Hasto di Jakarta, Senin (7/7).

Menurutnya, sorotan internasional sudah mulai mengarah pada persoalan kisruh pelaksanaan pemungutan suara pilpres 2014. Misalnya ribuan WNI di Hongkong yang tak bisa menggunakan hak pilih, atau persoalan  sejumlah negara. Hal yang juga jadi sorotan adalah dugaan pengerahan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI.

Hasto mengatakan, dunia internasional pasti akan melihat konsistensi SBY dalam menjaga netralitas aparat.  “Penyimpangan sedikit saja dari tidak netralnya TNI, Polri akan mencoreng wajah SBY sendiri,” tegasnya.

Karenanya, lanjut Hasto, sebaiknya Presiden SBY segera bertindak untuk memastikan aparat birokrasi, TNI maupun Polri bisa menjaga netralitas di pilpres. “Dan inilah pertaruhan SBY,” pungkas Wakil Sekjen PDI Perjuangan. (ind/jp)