Komisi VIII memberikan apresiasi terhadap keberagaman dan toleransi di Sumatera Utara. Hal itu dikarenakan minimnya konflik antar umat beragama yang terjadi jika dibandingkan provinsi lain. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII Noor Achmad pada kunjungan kerja spesifik ke Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara di Medan, Kamis, (06/04/2017).

“Sumut salah satu daerah yang bagus dalam hal kerukunan umat antar beragama. Saya apresiasi, bahwa di sini tidak pernah ditemukan gesekan antar umat beragama,” ujar Noor saat pertemuan dengan Kepala Kanwil Kemenag Tohar Bayuangin.

Meski demikian, hal ini patut untuk dijaga baik agar kerukunan antar umat beragama dapat terus dilanjutkan di masa mendatang. Meski begitu, Noor Achmad juga menyoroti persoalan tentang bagaimana agama mampu menjadi alat bagi modernitas ke depan. “Ada persoalan yang dihadapi sekarang, apakah agama bisa dijadikan alat modernitas ke depan,” tutur Noor Achmad.

Terkait kerukunan antar umat beragama, Politisi Golkar ini menjelaskan pihaknya cukup konsen dalam memperhatikan perkembangan pembinaan agama melalui lembaga keagamaan. “Kami konsen memperhatikan bagaimana perkembangan pembinaan keagamaan melalui lembaga keagamaan di masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan dan persoalan terkait kerukunan antar umat beragama untuk selanjutnya akan dibahas dalam rapat kerja dengan pemerintah pusat. “Apa yang akan disampaikan bapak-ibu akan kami bawa dalam rapat kerja dengan pemerintah pusat,” tuturnya.

Noor Achmad pun juga berpesan agar seluruh lapisan masyarakat dapat terus menjadikan Pancasila sebagai alat pemersatu dari berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia. “Dengan Pancasila kita saudara,” tegas Noor Achmad kemudian diiringi tepuk tangan para hadirin.

Diharapkan pasca kunjungan Komisi VIII ini akan semakin memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan antar masyarakat di Sumatera Utara ditengah maraknya perbedaan di masyarakat. Oleh karena itu pendidikan Pancasila sebagai alat pemersatu harus dapat ditularkan secara baik bagi generasi sekarang ataupun generasi mendatang. (prs/ind)