Indopolitika.com  Alumni Cipayung, yang dimotori oleh para mantan ketua umum organisasi mahasiswa, yang terdiri atas dari HMI, PMKRI, PMII, GMNI, GMKI, dan IMM, hari ini menyatakan dukungannya untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dalam pemilu pada 9 Juli 2014.

Alumni Cipayung dan Pemuda Lintas Agama menyerukan perdamaian jelang bulan suci Ramadan dan “Gerakan Kotak-Kotak Bersatu”.

Alumni Cipayung menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memilih pasangan yang mengusung kebhinekaan sebagai wujud dari keanekaragamaan yang ada di Indonesia.

Selain itu, Alumni Cipayung meminta agar seluruh pendukung Jokowi-JK menggunakan motif baju kotak-kotak sebagai simbol perjuangan mendukung pasangan yang diusung PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI tersebut.

“Kami menyerukan agar para pendukung Jokowi-JK di seluruh Indonesia agar menggunakan simbol kotak-kotak sebagai tanda perjuangan dan dukungan kepada pasangan Jokowi-JK,” ujar Stefanus Gusma, Jakarta, Kamis (26/6).

Hadir juga Noer Fajriensah (mantan Ketua Umum HMI), Addin Jauharudin (mantan Ketua Umum PMII), Stefanus Asat Gusma (mantan Ketua Umum PMKRI), Doni Danaparamita (mantan Ketua Umum GMNI), Yosphin Teli (mantan Sekretaris Jenderal GMKI), Sudarto Abukasim (mantan Ketua IMM).

Selain itu, para relawan Jokowi juga harus menjadikan baju kotak-kotak sebagai ciri dari dukungan yang masif kepada Jokowi-JK.

Selain menyerukan dukungan kepada pasangan pasangan nomor urut 2, Alumni Cipayung meminta kepada seluruh tokoh elite politik agar tetap menjaga kondusifitas selama pilpres 2014, baik sebelum pemilihan maupun sesudah pemilihan.

Pada 9 Juli 2014, bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan, Alumni Cipayung minta agar kesakralan Bulan Suci Ramadan mesti dijaga oleh semua pihak, termasuk ketika kompetisi pilpres berlangsung.

Komunitas ini juga mendesak agar masing-masing tim sukses menghormati Ramadan, dengan tidak melakukan kampanye hitam, terutama kepada pihak tertentu dan tetap menjaga perdamaian di atas segala-galanya. (bs/ind)