Jabar – Gagal diusung oleh Partai Golkar, Elektabilitas Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tetap merangkak naik. Bahkan menggeser petahana yaitu Deddy Mizwar dalam survei Indo Barometer.

Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli menyampaikan, besar atau tidaknya nama Partai Politik (Parpol) tidak akan mempengaruhi elektabilitas kandidat Calon Gubernur (Cagub) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Menurutnya, penurunan maupun peningkatan elektabilitas tergantung pada pribadi kandidat tersebut. Ia mencontohkan, salah satu kandidat yang mengalami peningkatan elektabilitas adalah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dijelaskan Hadi, peningkatan elektabilitas disebabkan intensitas pergerakan dan belusukan yang dilakukan Dedi Muyadi selama ini. Hal tersebut dinilai mampu menarik simpati masyarakat yang didatangi Dedi Mulyadi.

Kenapa suka dengan Dedi Mulyadi? lebih kepada merakyatnya, lebih kepada kerja politiknya terjun kelapangan turun ke bawah,ungkap HadiSepreti yang dikutip dari laman RMOLJabar, Sabtu (4/11)

Meski peningkatannya tidak terlalu signifikan, dalam survei yang dilakukan Indo Barometer, Dedi Mulyadi mengalami kenaikan elektabilitas sebesar 4,4 persen dari survei sebelumnya yakni, 18,9 persen menjadi 19,6 persen dalam hal tingkat kesukaan masyarakat.

Menurutnya, itu membuktikan jika pada akhirnya Dedi Mulyadi pindah partai karena tidak di usung partainya sendiri yakni Partai Golkar dalam Pilgub Jawa Barat mendatang. Elektabilitas Dedi Mulyadi tidak akan mengalami penurunan karena masyarakat lebih menilai pribadi figur tersebut dibanding partai.

Kalau partai tidak memengaruhi terhadap figur. Walaupun partai pindah ini itu tapi kalau elektabilitas calon itu cukup tinggi, masyarakat lebih memilih calon dibandingkan partai, tandasnya.