Elemen masyarakat yang terpiggirkan mengaku menyenangi Yusril Ihza Mahendra menjadi gubernur DKI Jakarta daripada Basuki Tjahaja Purnama akrab disapa Ahok, karena mereka berharap tidak digusur meskipun menetap di tepi sungai dengan tanah dan bangunan tanpa surat resmi.

“Saya berharap mendapat perlindungan jika Pak Yusril jadi Gubernur. Tanah saya yang di pinggir kali ini bisa dibikinkan sertifikat,” ujar Jamaludin (50 tahun) penduduk yang tinggal di tepi Kali Ciliwung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang setiap musim hujan kebanjiran dan berharap bantuan sosial ini, Selasa (3/5).

Dia dan tetangganya di situ mengaku tidak punya harapan lagi kepada gubernur DKI selain Yusril yang dia anggap gigih membela orang-orang kecil di tepi sungai dan permukiman kumuh ketika ditertibkan pemerintah Ibukota. Baginya Yusril adalah pahlawan yang bisa memberi pengayoman kepada kelompok terpinggirkan ini.

Beda halnya dengan Rojak (45 tahun). Dia mengaku akan mendukung Yusril dengan harapan dia dan pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di trotoar jalan raya tidak digusur, karena hanya dengan berjualan di pinggir jalan itulah mereka bisa mencari nafkah.

“Kalau berjualan di pasar repot. Gak laku-laku,” ujar pedagang rokok dan minuman ini yang menyadari juga bahwa berdagang di tepi jalan memacetkan kendaraan yang lewat.

Baik Jamaludin dan Rojak adalah pendatang. Jamaludin datang dari Kuningan, Jawa Barat, sedangkan Rojak datang dari Cilacap, Jawa Tengah. Mereka tidak memiliki KTP DKI Jakarta. Setiap 3 bulan sekali, mereka pulang ke kampung halaman mereka untuk bertemu keluarga mereka.

Tony (23 tahun), pengamen jalanan di kawasan Cililitan mengaku mendukung Yusril menjadi gubernur, karena dia berharap tidak lagi dirazia ketika mengamen cari uang kepada penumpang angkutan umum. Bahkan dia dan teman-temannya juga berharap Yusril bisa memberi mereka tempat tinggal khusus pengamen dan anak jalanan.

“Sekarang susah bos. Kami sering dikejar-kejar Satpol PP. Kami dianggap mengganggu ketertiban umum,” katanya.

“Pak Yusril kayaknya menjanjikan!” (rm/ind)