Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Emron Pangkapi menegaskan, terpilihnya Romahurmuziy sebagai ketua umum dalam Muktamar ke-8 PPP yang digelar di Surabaya adalah yang resmi.

“Muktamar di Surabaya Muktamar islah. Dengan demikian tidak ada lagi Muktamar PPP berdasarkan keputusan Muktamar tersebut. Karena sudah dilakukan Muktamar,” kata Emron kepada wartawan di Restoran Pulau Dua Senayan, Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Menurutnya, kubu Suryadarma Ali (SDA) sengaja memanfaatkan nama karismatik Ketua Majelis Syariah Kiai Maimun Zubair (Mbah Moen). Padahal menurutnya jika Mbah Moen telah memberikan dukungan dan menyatakan Muktamar ke-8 PPP di Surabaya merupakan yang sah dan mencapai islah.

Oleh karena itu, Emron menegaskan, bahwa Muktamar ke-8 di Surabaya dengan menghasilkan keputusan Romahurmuziy sebagai ketua umum adalah yang resmi.

“Sehubungan dengan pernyataan pers kader-kader PPP yang mengatasnamakan Maimun Zubair, PPP di bawah Romi menegaskan tidak ada lagi Muktamar apapun PPP. Karena mandat sudah diberikan di Muktamar Surabaya beberapa waktu lalu,” kata Emron.

Sebelumnya Ketua Fraksi PPP DPR Hasrul Azwar mengatakan bahwa pihaknya bakal menggelar Muktamar islah pada 30 Oktober nanti. Hasrul membantah jika PPP sudah resmi mendukung Jokowi-JK. (tbn/ind)