Etika Publik dan Sikap Kebangsaan Prabowo Lebih Elegan

Di beberapa kegiatan publik, Prabowo dengan gagah dan santun menyalami tokoh-tokoh politik nasional dan dalam pidato dengan sistematis menyapa lawan dengan santun. Itu semua menunjukan Prabowo memiliki etika publik dan sikap kebangsaan dibandingkan lawannya," jelas Budiman


Prabowo dan Hatta (Capres Cawapres Pilpres 2014)

Indopolitika.com  – Calon presiden, Prabowo Subianto semakin menunjukan sikap elegan dibeberapa kegiatan publik. Seolah ingin membalik asumsi dan serangan negatif kepadanya, Prabowo senantiasa menunjukan sikap seorang negarawan.

Pengamat politik dari Konsep Indonesia (Konsepindo) Research and Consulting, Budiman Hidayat, mengatakan bahwa Prabowo lebih banyak menunjukan etika publik dan sikap kebangsaan yang lebih elegan dibandingkan dengan lawannya. ” Di beberapa kegiatan publik, Prabowo dengan gagah dan santun menyalami tokoh-tokoh politik nasional dan dalam pidato dengan sistematis menyapa lawan dengan santun. Itu semua menunjukan Prabowo  memiliki etika publik dan sikap kebangsaan dibandingkan lawannya,” jelas Budiman di Jakarta, Minggu, (8/6).

Sikap Prabowo yang elegan menuai hasil positif, dukuangan dari tokoh-tokoh muda sekaligus walikota Bandung, Ridwan Kamil dan walikota Bogor Bima Arya Sugiharto. Kedua tokoh ini diumumkan oleh Ahmad Heryawan, ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta wilayah Jawa Barat.

Menurut Budiman, figur seperti Ridwan Kamil dan Bima Arya akan menambah kekuatan politik pasangan Prabowo-Hatta dan Jawa Barat menjadi wilayah yang strategis untuk dimenangkan oleh Prabowo Hatta.

Sementara itu, menurut pengamat komunikasi, Indonesian Institute for Public Commumication, Aziz Rizal Sukma, Jokowi belum menunjukan sikap yang matang dalam komunikasi publik. Menurutnya beberapa serangan yang secara langsung dilontarkan oleh Jokowi seperti tuduhan pasangan Prabowo menjadi folower baju putih sampai menyindir Prabowo calon presiden yang tidak merakyat, belum pernah hidup dikampung kumuh berpotensi menuai sikap antipati publik. “Sikap Jokowi yang cenderung menyerang lawan dan kaku dalam pidato publik dengan tidak menyapa lawan berpotensi memancing sikap antipati publik,” ujar Aziz. (Ind)

Next post Rakyat Harus Bersatu dan Berani Melawan Segala Potensi Kecurangan di Pilpres

Previous post Jokowi-Jusuf Kalla Diharapkan Mampu Wujudkan Kesejahteraan Bagi Lansia

Related Posts