Oleh : M. Haiqal Arifianto *

Tidak dapat dipungkiri di tahun 2014 ini masyarakat Indonesia benar-benar menemukan moment pesta rakyat yang luar biasa. Terdapat kegembiraan-kegembiraan yang di raut wajah rakyat tidak seperti biasanya. Masyarakat Indonesia seperti menemukan kembali ruh kebahagian-kebahagian yang pada akhirnya bisa di temukan kembali. Khususnya di pertengahan tahun 2014 sorak-sorai masyarakat kita semakin tidak terbendung.

Setidaknya ada dua moment yang terjadi sehingga euforia itu kembali mencuat. Yang pertama adalah masa peralihan kekuasaan lima tahunan (Pileg dan Pilpres) yang di tentukan oleh rakyat untuk menuntukan wakil rakyat dan pemimpin bangsa (Presiden) lima tahun kedepan. Dan yang kedua adalah perhelatan piala dunia ajang sepak bola terbesar empat tahunan yang kali ini diselenggarakan di brazil.

Kedua moment tersebut menjadi ajang kegembiraan masyarakat Indonesia. Dari berbagai lapisan masyarakat menanti kedua moment, dan jelas saja keduanya akan melahirkan sejarah yang akan tertulis dalam sejarah nasional dan sejarah dunia meski kedua ajang sangat berbeda tetapi keduanya memberikan efek kebahagiaan luar biasa bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Menarik ketika membahas euforia dari kedua moment tersebut, memang euforia keduanya berbeda tetapi dampak yang di rasakan sungguh menggetarkan. Pileg dan Pilpres yang dilaksanakan pada tahun ini serupa dengan hadirnya harapan baru bagi masyarakat. Rakyat di ajak untuk memilih wakilnya demi memenuhi aspirasinya. Rakyat menjadi dewa jika masa ini berlangsung. Memposisikan sebagai juri, memilih orang-orang terbaik untuk menduduki kursi wakil rakyat ataupun presiden.

Tetapi kondisinya pun  juga beragam, ada yang sudah mempunyai jagoan untuk terus di dukung adapula yang masih mengambang dalam memilih. Gelora yang luar biasa pun muncul seketika dengan masa peralihan ini.

Pemilu legislatif sudah dilalui tapi bukan berarti euforia itu berakhir, setidaknya moment pemilihan presiden masih menunggu untuk tetap terus membangkitkan sorak sorai masyarakat. Pemilihan presiden kali ini banyak sekali mendapat teriakan yang banyak apalagi calon yang ada sekarang hanya cuma dua dan tentu saja suara kegembiraan akan semakin ramai terdengar.

Suara caci maki, pujian, dukungan, hingga apatisme yang disuarakan semakin ramai terdengar. Pemilihan presiden dan wakil presiden kali ini masih tetap saja di ramaikan dengan banyak isu menjatuhkan meski ada setting oknum. Tapi sekali lagi ini hanyalah ungkapan kegembiraan rakyat yang memuncak menyambut presiden yang terpilih nanti. Rindu akan pemimpin yang merakyat, tegas, dan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan tentu saja kesemuanya itu versi rakyat, bukan aktor politik jelmaan.

Euforia selanjutnya yang akan dinikmati oleh masyarakat Indonesia adalah ajang perhelatan piala dunia yang di selenggarakan di Brazil nanti. Meski Indonesia tidak menjadi bagian dari kompetisi ini, tapi teriakan pecinta sepak bola tidak bisa dibilang sumbang justru sama kuat dengan pendukung Negara peserta. Menandakan optimisme bahwa tidak lama lagi Negara Indonesia bisa menjadi bagian dari ajang ini.

Sepak bola tidak bisa dipisahkan dari kegembiraan masyarakat kita, pertandingan 90 menit (waktu normal) bisa menghadirkan drama bagi pemain dan penontonnya hingga nasib ditentukan dilapangan dengan luas  panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter (versi FIFA) itu.

M. Haiqal Arifianto

M. Haiqal Arifianto

Di inggris sepak bola menjadi hiburan masyarakat yang harus tetap berlangsung, tidak heran jika di hari natal dan tahun baru tetap berlangsung. Begitupun Nampaknya di Indonesia, masyarakat kita seolah lepas dahaga ketika menonton sepak bola, apalagi sebentar lagi dimulai ajang terbesar sepak bola. Sungguh terasa euforia yang begitu mengaung.

Indonesia bisa saja menjadi Negara yang paling riuh di tahun 2014 ini jelas tidak terlepas dari kedua moment penyulut kegembiraan dan sorak-sorai yang semakin mengaung dahsyat. Pesta rakyat memang benar terjadi di tahun ini. Telinga kita akan sangat bising sampai moment ini berakhir, tetapi sangat di rindukan oleh masyarakat kita.

* Penulis Aktif di forum kajian Sosiologi (KASOGI) dan Indonesian Culture Academy (INCA)