Indopolitika.com  Wasekjen PKS Fahri Hamzah menyebut umroh yang dilakukan capres Joko Widodo saat masa tenang hanya pencitraan. Apalagi saat menggunakan baju ihram, Jokowi dinilai salah memakainya.

Dalam foto yang beredar di media sosial, Jokowi tampak sedang berada di Arab Saudi dengan menggunakan pakaian ihram. Namun aneh, seharusnya saat gunakan ihram bahu kanan yang terbuka, malah dalam foto itu bahu kiri Jokowi yang terbuka.

Jokowi Umroh (Fahri Hamzah)“Masa pakai ihram yang terbuka sebelah kiri, kalau di Saudi ada mutawi (polisi agama Arab) bisa diseret, itu enggak boleh melaksanakan umroh (pakai ihram begitu),” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/7).

Karena itu dia tidak yakin, umroh Jokowi dilakukan murni untuk ibadah. Dia pun menyayangkan, sebab saat minggu tenang, masih digunakan untuk pencitraan.

“Kalau sudah niat umroh berpakaian ihram harus di kanan, ini sekali lagi soal pencitraan ini harus kita kurangi dalam minggu tenang biar semua cooling down supaya kita bisa menerima hasil pemilu secara baik,” tegas dia.

Seperti diketahui, menyambut masa tenang kampanye Jokowi melakukan umroh. Dalam umroh ini, Jokowi ditemani istri dan anaknya, tim sukses, serta beberapa wartawan. (mdk/ind)