Indopolitika.com Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi menegaskan pemerintah dan rakyatnya bersikap netral dan akan menghormati pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memenangkan Pilpres 9 Juli 2014.

“Preferensi kami adalah pilihan rakyat Indonesia. Kami akan menghormati pilihan yang dijatuhkan rakyat Indonesia dalam Pemilihan Presiden yang kami harapkan berlangsung aman, jujur dan adil,” katanya kepada Antara di Jakarta, Senin.

Dubes Fariz mengatakan pihaknya merasa senang dengan diangkatnya isu Palestina dalam debat calon presiden RI pada Minggu malam (22/6) karena hal itu menunjukkan komitmen bangsa Indonesia yang tidak berubah sejak era Pemerintahan Presiden Soekarno.

“Namun kami tidak ingin melihat diri kami sebagai faktor yang memisahkan melainkan sebagai faktor yang menyatukan,” katanya menanggapi isu Palestina yang mewarnai debat capres RI putaran ketiga yang digelar Komisi Pemilihan Umum.

Dalam debat capres putaran ketiga dengan tema politik internasional dan keamanan nasional yang disiarkan sejumlah stasiun TV swasta nasional itu, calon presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya pada kemerdekaan Palestina dan keanggotaan negara berdaulat Palestina di PBB.

Menurut Dubes Fariz, Pemerintah dan Rakyat Palestina mensyukuri dukungan kuat pemerintah, parlemen, partai-partai politik dan organisasi-organisasi kemasyarakatan, media massa serta kalangan mahasiswa dan aktivis lembaga swadaya masyarakat di Indonesia selama ini.

Dalam konteks bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, berbagai pihak di Indonesia senantiasa mengulurkan tangan mereka, termasuk Partai Gerindra yang mengusung Prabowo sebagai calon presiden, pernah memberikan donasi senilai setengah miliar rupiah ketika Israel menginvasi Gaza beberapa waktu lalu, katanya.

Di mata Dubes Fariz, dukungan dan komitmen Indonesia pada Palestina yang merdeka dan berdaulat itu tidak pernah berubah dan senantiasa kuat sejak era Pemerintahan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Semua mendukung kemerdekaan Palestina. Saya berharap kebijakan ini tidak berubah. Kami pun tidak ingin isu Palestina ini menjadi isu kontroversial. Sebaliknya kami ingin isu Palestina merupakan isu yang menyatukan bukan isu yang memisahkan orang-orang Indonesia,” katanya.

Dalam konteks perjuangan kemerdekaan Palestina, masyarakat internasional yang mendukung Palestina itu tidak hanya datang dari kalangan Muslim tetapi juga Kristiani dan pemeluk agama-agama dan kepercayaan yang lain, katanya.

“Masalah Palestina ini juga menyangkut isu keadilan,” katanya. (ant/ind)