Konsep menata Tangerang Selatan atau ‘Tangsel Rumah Kita Bersama’ yang didengung-dengungkan duet Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dinilai gagal, dan itu hanya sebuah instrumen semu yang tidak ada hasil sama sekali.

Kalau pun ada, persoalan itu berbuntut pahit di ujung persidangan seperti yang di ketahui oleh semua publik terkait maraknya kasus korupsi di program inti seperti Kesehatan yang yang selama ini diharapkan  masyarakat Tangsel mampu membawa perubahan alhasil tersangkut kasus hukum yang kini tengah di tangani KPK.

Hal itu dikemukan oleh Yardin Zulkarnain, Ketua Forum Masyarakat Peduli Tangerang Selatan  ( FORMALITAS) disela acara pertemuan para Ormas dan Pemkot yang berlangsung di gedung Universitas Pamulang, Kota Tangsel, Rabu ( 27/08) lalu.

“Kami sebagai warga Tangsel, sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sepertinya Jargon Tangsel Rumah Kita Bersama saat ini belum menyentuh semua masyarakat, namun hanya berlaku bagi sekelompok elite masyarakat saja” kata Yardin.

Yardin Zulkarnain

Yardin Zulkarnain

Ada beberapa program inti yang menurut Yardin, seperti masalah kesehatan yang awalnya selalu menjadi jargon utama kampanye Airin Rachmi Diany kini menjadi persoalan pahit. Bahkan tak ayal para pelaku usaha yang ikut-ikutan “bermain mata” dengan program tersebut saat ini harus puas tersandung kasus korupsi.

“Kita mesti obyektif saja melihat hasil buah kepemimpinan Airin, apa yang selama ini dibanggakan, buat orang Tangsel sendiri tidak ada!,” ungkapnya.

Persoalan sampah, sambung Yardin, hingga saat belum ada penyelesaiannya, begitu pula dengan Pasar Pasar Tradisonal yang saat ini masih dikuasai pemkab Tangerang, tak satu pun yang diserahkan ke Pemkot Tangsel. Padahal menurutnya, sudah seharusnya pasar-pasar itu milikTangsel.

“Belum lagi APBD yang tidak terserap dengan baik, banyak infrakstruktur yang mangkrak, hingga kasus yang menjerat suaminya menjadi persoalan yang sangat pelik. Hal itu jelas sangat mengganggu kinerja Airin sebagai Walikota menjadi tidak fokus.

Semestinya duet Airin-Benyemien lebih serius dan konsisten dengan janjinya saat kampanye lalu, memangkas birokrasi yang terlibat korupsi. Apa yang terlihat? Empat tahun kinerja Airin – Benyamien di warnai kasus Korupsi dalam lingkaran pemerintahannya” pungkas Yardin Zulkarnain yang juga aktifis eksponen badan koordinator Cipasera. (*/ind)