Jakarta – Klaim Presiden PKS Sohibul Iman yang menyatakan partainya bersama Gerindra sepakat mengusung Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat meresahkan kubu Gerindra. Gerindra mengaku punya kader sendiri untuk diusung menjadi calon Jabar 1. Lantas, bagaimana kelanjutan duet tersebut?

Pernyataan Sohibul yang membuat resah Gerindra dilontarkannya dalam acara Halal Bihalal PKS di Aula Rumah Anggota DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (25/7) lalu. Bahkan, Sohibul mengklaim duet tersebut sudah hampir pasti dibentuk.

“Saya sudah sampaikan kita belum launching. Makanya saya katakan, itu sudah 95 persen, jadi memang ada yang harus kita selesaikan,” kata Sohibul.

Gerindra langsung merespons pernyataan Sohibul tersebut. Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut belum ada persetujuan dari partainya soal duet Demiz-Syaikhu.

“Saya kira belum final ya, tapi mengerucut ke arah tokoh-tokoh tertentu iya,” ujar Fadli.

Respons lain ditunjukkan Gerindra Jabar terkait pernyataan Sohibul soal Pilgub Jabar tersebut. Gerindra Jabar terang-terangan menyatakan ucapan Sohibul merupakan klaim sepihak dan membikin resah partai berlambang kepala burung Garuda.

“Kalau PKS terlalu memaksakan skenario sendiri, ya Gerindra juga mempertimbangkan hal lain karena statement Pak Sohibul (soal duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu) membuat struktur partai dan sayap partai menjadi tidak nyaman dengan PKS,” ucap Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi.

Bahkan, Gerindra menjajaki upaya koalisi dengan Demokrat untuk Pilgub Jawa Barat mendatang. Gerindra-Demokrat sedang mencari formula terbaik untuk menghadapi Pilgub Jabar.

“Sekarang kita masih intens. Saya sering ketemu Mayjen Iwan (Sulandjana) Ketua DPD Demokrat. Kita komunikasi bagaimana mencari formulasi terbaik, bagaimana kerja samanya bisa kita bangun,” terang Mulyadi.

Mulyadi sebelumnya mengatakan partainya berpeluang meninggalkan PKS terkait pernyataan Sohibul. Meski demikian, Mulyadi menyebut Gerindra-PKS masih sejalan.

“Siapapun yang direkomendasikan PKS, kita akan jalan bersama-sama. Intinya, kita akan menghormati apapun yang diputuskan partai,” sebut Mulyadi.

Pernyataan Sohibul ini memicu kontroversi di antara Gerindra dan PKS. Lantas, apakah duet Demiz-Syaikhu dapat terwujud atau bertepuk sebelah tangan karena hanya klaim sepihak Sohibul?

Sumber : news.detik.com