Gubernur Kepri, Muhammad Sani, mengikuti  rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6) sore. Pada kesempatan itu Gubernur minta pada presiden untuk merealisasikan janjinya memperbanyak pesanan kapal di industri Shipyard di Kepri dan Batam khususnya.

Seperti pernah disampaikan presiden saat berkunjung ke Batam pada Minggu (22/6) lalu, Sani meminta seluruh kementerian, BUMN, dan lainnya untuk memanfaatkan industri galangan kapal di Kepri dan Batam pada khususnya, dalam pemesanan kapal. Dengan berkembangnya sektor galangan kapal ini, kata Sani, akan menimbulkan efek domino pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Selain itu juga akan menciptakan lapangan kerja yang sangat besar. Sebab galangan kapal (shipyard) merupakan industri padat karya yang membutuhkan tenaga banyak.

”Saat ini saja ada sekitar 57 ribu tenaga kerja galangan kapal di Kepri,” kata Sani.

Didampingi Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja, Sani menjelaskan industri galangan kapal di Kepri dan Batam terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari ship building, ship repair, ship service, oil rigs and offshore, dan industri maritim. Sehingga industri galangan kapal di Kepri mampu memproduksi berbagai jenis kapal.

Dalam kesempatan tersebut Sani mengucapkan apresiasinya kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla serta kementerian terkait yang dinilai mendukung pertumbuhan industri galangan kapal di Kepri. Selain itu, pemerintah pusat juga sangat cepat menindaklanjuti kebijakan-kebijakan dari daerah.

“Saya akan sampaikan kabar baik ini kepada anggota shipyard di Batam, dan seluruh masyarakat Kepri,” kata Sani.

Sementara Presiden Jokowi kembali menegaskan permintaannya kepada lembaga negara, baik di TNI maupun Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian BUMN untuk membeli kapal buatan industri galangan kapal dalam negeri.

“Jangan ada lagi yang beli kapal ke luar. Dan ingin saya mendorong agar industri-industri galangan kapal, industri-industri kita ini mau bekerjasama dengan investor,” kata Jokowi.

Bahkan Jokowi menegaskan, pemerintah tidak hanya akan menggarap pasar domestik, melainkan juga pasar ekspor. Sebab melihat kapasitas industri galangan kapal dalam negeri, Jokowi yakin mampu memenuhi permintaan domestik dan asing.

Apalagi setelah Jokowi berkunjung ke Batam, Minggu (22/6) lalu. Dia mengaku semakin optimis industri galangan kapal dalam negeri mampu memunuhi permintaan pasar. Kata dia, saat ini ada sekitar 250 industri galangan kapal di dalam negeri. Sekitar 105 galangan ada di Batam.

“Minggu yang lalu saya datang ke Batam dan sudah bertemu dengan gubernur dan pelaku industri galangan kapal. Mata saya jadi terbuka, bahwa ternyata kita memiliki potensi besar di industri ini,” katanya.

Rapat terbatas kemarin dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. Terlihat hadir juga Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago, Seskab Andi Widjajanto, dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan serta Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo. (bp/ind)