Indopolitika.com   Tidak ada perbedaan antara partai berideologi Islam, liberal ataupun sosialis untuk mendukung calon yang ada. Fragmentasi itu yang tidak ada dalam calon yang bersaing. Hal itu menurutnya disebabkan oleh sistem multipartai yang dimiliki sistem politik indonesia.

Dengan begitu, tidak ada perbedaan ideologi secara mencolok di antara PDIP dengan partai lainnya seperti Partai Demokrat.

“Kita tidak memiliki basis ideologi yang jelas, jadinya lebih melihat karakter yang maju, Contohnya, Jokowi lebih dilihat karena karakternya, cacatnya seperti apa dan gimana sejarahnya, itu yang dilihat pemilih,” kata pakar psikologi politik UI, Hamdi Muluk.

Namun Hamdi mengingatkan bahwa kompetisi ini merupakan kompetisi biasa yang tidak akan menimbulkan konflik di tingkat masyarakat, sehingga situasi jelang pemilu akan berjalan normal seperti biasa.

“Sejauh ini memang ada pergesekan di masyarakat, tetapi ini seperti pertandingan sepak bola bukan perang badar, jadi setelah pilpres akan berjalan seperti biasa,” katanya. (tbn/ind)