Pengurus DPP PPP kembali mengunjungi kediaman presiden terpilih Joko Widodo Sabtu (18/10). Kali ini yang berkunjung ke rumah di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, itu adalah PPP kubu Romahurmuziy. Tujuannya, menyerahkan hasil Muktamar VIII PPP di Surabaya dan menyatakan dukungan kepada Jokowi-JK.

Kedatangan sejumlah pengurus DPP PPP tersebut dipimpin langsung oleh Romahurmuziy, ketua umum terpilih di Muktamar Surabaya pada 15–17 Oktober. Pertemuan yang dimulai pukul 19.00 tersebut berlangsung sejam. Rombongan itu diterima langsung oleh Jokowi. Dialog berlangsung tertutup.

Seusai pertemuan, Romy –sapaan Romahurmuziy– mengatakan bahwa selain menyerahkan hasil muktamar PPP yang berlangsung di Surabaya, pihaknya datang untuk menyerahkan surat dukungan kepada pemerintahan ke depan. Romy menyatakan, di dalam muktamar itu, anggota PPP sepakat untuk mendukung Jokowi-JK lima tahun ke depan. ”Kami akan mendukung Jokowi-JK. Itu merupakan hasil muktamar,” ucapnya.

Menurut Romy, PPP merupakan partai pertama yang mendukung Jokowi untuk maju sebagai presiden selain PDIP Perjuangan. Namun, karena adanya ketidakcocokan di internal partai, dukungan dialihkan kepada Prabowo Subianto. ”Kami sebelumnya mendukung Jokowi. Namun, pada akhir-akhir karena ada perbedaan, dialihkan ke Koalisi Merah Putih (KMP). Ini merupakan lanjutan dukungan,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama sejam berdiskusi, Jokowi menerima dukungan PPP Romy. Namun, mantan wali kota Solo itu menekankan PPP harus bersatu. ”Intinya, mereka menerima,” jelasnya.

Terkait dengan dualisme PPP, Romy mengaku, sebelum bertemu Jokowi, dirinya beserta pengurus bentukannya sudah bertemu dengan Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair. Pertemuan berlangsung di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, seusai muktamar ditutup. Dalam pertemuan selama dua jam itu, dia memaparkan hasil muktamar. ”Beliau menerima muktamar di Surabaya dan menyatakan tidak melanggar,” katanya.

Dia menambahkan, dengan diterimanya hasil muktamar ke-8 itu, tidak akan ada muktamar luar biasa. ”Dipastikan tidak ada muktamar luar biasa,” ucapnya.

Namun, Romy mengatakan, pihaknya akan bertemu dengan PPP kubu Suryadharma Ali. Dalam pertemuan itu, akan dibahas islah PPP. Harapannya, dua kubu partai berlambang Kakbah tersebut bisa kembali disatukan.

Dengan bergabungnya PPP di Koalisi Indonesia Hebat (KIH), partai bernomor urut 9 itu sangat mungkin mendapatkan jatah menteri. Lukman Hakim Saifuddin yang kini menjabat menteri agama akan kembali masuk bursa menteri untuk posisi yang sama.

Menanggapi itu, Romy mengatakan bahwa pemilihan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Pihaknya tidak bisa mencampuri wewenang Jokowi. Namun, jika ada kader PPP yang dipilih, partainya akan siap. (jp/ind)