Indopolitika.com  Penelitian yang dilakukan oleh LENTERA merupakan kategori expert survei (survei ahli) yaitu penelitian yang melibatkan para ahli yang berada di ibu kota dan memahami kondisi sosio politik dan ekonomi di wilayah DKI Jakarta, adapaun para ahli yang dijadikan responden berjumlah 100 orang dengan profesi yang beragam. Kriteria responden adalah kalangan akademisi, jurnalis, tim sukses, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, LSM, mahasiswa, peneliti, pengamat, dan politisi.

Muhammad Rizal, managing director LENTERA mengatakan bahwa survei ahli dilakukan untuk melakukan kontrol terhadap kinerja pemerintahan DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi. “Pada tahun 2012 Jokowi terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan menjanjikan program JAKARTA BARU. Program KJS dan KJP menjadi program andalan Jokowi, rumah deret dan penataan waduk adalah program mengatasi banjir di DKI, Monorel dan MRT dijadikan sebagai landasan mengatasi kemacetan Ibu Kota. Program-program tersebut mampu membius masyarakat DKI dan kemudian mempercayakan kepemimpinan di DKI kepada Jokowi,” demikian kata Muhammad Rizal dalam siaran persnya, Minggu, (6/7).

LENTERA kemudian melakukan penelitian terkait janji-janji program Jakarta Baru Jokowi, dari jumlah 100 responden dari kalangan para ahli yang ditemui secara langsung menilai bahwa Jokowi tidak maksimal dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Para ahli menilai bahwa kepemimpinan Jokowi belum memberikan kontribusi yang besar terhadap perubahan di Ibu Kota, janji JAKARTA BARU masih jauh dari harapan. Program KJS dan KJP dinilai tidak maksimal, program penanggulangan banjir dan kemacetan sebagai solusi masalah utama di DKI Jakarta juga dinilai tidak ada kontribusi dari pemerintahan Jokowi. Ketika para responden diajukan pertanyaan “dalam skala 1-10 berapa nilai yang anda berikan untuk menilai kinerja gubernur Jokowi? Para ahli sebagaian besar memberikan nilai di bawah 7, jika dihitung secara keseluruhan nilai rata-rata kinerja Jokowi menurut 100 ahli di DKI Jakarta sebesar 5,06.

Ini artinya para ahli memberi skor 5,06 untuk kepemimpiannya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, kepemimpinan Jokowi diberi rapor merah oleh para ahli di DKI Jakarta berdasarkan survei yang dilakukan oleh LENTERA rentang waktu 1-15 Mei 2014. “Para ahli menilai bahwa Jokowi tidak bisa membuktikan janji-janji Jakarta Baru, Jokowi belum bisa menunjukkan bukti nyata kinerjanya yang bisa dirasakan secara langsung dampaknya kepada masyarakat Ibu Kota,” Imbuh Managing director LENTERA, Muhammad Rizal. (ris/ind)