Indopolitika.com   Organisasi masyarakat Solidaritas Kerakyatan Khusus (SKK) Migas melaporkan mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hatta yang kini menjadi calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto itu dilaporkan terkait dugaan penyelewengan sektor minyak dan gas (migas).

Direktur Pengolahan Ormas SKK Migas, Ferdinand Hutahayan mengatakan, kebijakan pemerintah soal impor minyak tidak berpihak pada kepentingan rakyat saat Hatta duduk mengomandani tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Dari hitungan SKK Migas, kata Ferdinand, kerugian negaranya mencapai Rp 36 triliun per tahunnya.

“Kami melaporkan resmi temuan kami atas dugaan mafia migas yang dilakukan mantan Menko Prekonomian Hatta Rajasa,” kata Ferdinand di KPK, Jakarta, Senin (16/6).

Selain Hatta, kata Ferdinand, pihaknya juga melaporkan bos Pertamina Trading Energy Ltd (Petral), Mohammad Reza Chalid ke KPK. “Jadi sekarang tugas KPK menelusuri lebih jauh hasi temuan kami ini,” ujarnya.

Organisai Masyarakat SKK Migas juga melakukan aksi demonstrasi di depan KPK. Dalam aksinya, mereka sempat membakar poster bergambar Hatta dan Reza. (ind/jp)