Indopolitika.com — Tokoh Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru angkat bicara soal hiruk pikuk kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya semua pihak harus menahan diri, menjaga diri, mengutamakan kesatuan dan persatuan.

“Soal penyelesaian secara hukum itu wajib, saat sama seharusnya ada juga upaya-upaya diplomatis, kekeluargaan dan silaturahmi,” demikian ujar Deru.

Deru menyeru semua pihak bersatu mengedepankan azas kebersamaan dalam keragaman.

“Stop saling menyalahkan, menuntut keadilan ada tempatnya di pengadilan,” demikian ujarnya. Deru menambahkan, jangan sampai negara ini rusak dan berpecah gara-gara kasus Ahok. Kalau ini terjadi maka yang dirugikan adalah rakyat lagi.

Deru menyarankan sebaiknya semua pihak mempercayakan penyelesaian persoalan hukum dugaan penistaan agama oleh Ahok pada yang berwenang, namun saat yang sama, pihak berwenang juga harus menjamin kepastian penanganannya secara adil dan transparan. Tak ada pemihakan dan rekayasa. Deru menegaskan hal itu penting, karena kalau kepolisian tak profesional menangani hal ini, pertaruhannya besar.

“Karenanya mari redam gejolak dengan sama-sama mengingat bagaimana negara bangsa ini dulu didirikan. Persatuan dan kesatuan adalah pijakan utama,” tegasnya.

Deru mengapresiasi langkah presiden yang sibuk bertemu dengan banyak pihak dalam rangka meredam gejolak. (Fen)